Join The Community

Search

Pulau Umang Resort


These are some photos that was taken during my company outbond in Pulau Umang Resort. Very nice resort located in remote island not far away from java mainland.

Sebab-Sebab Turunnya Rizki




Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

From Another Network to Another


Pertama dimulai dari milis email di yahoogroups, dari member milis ternyata banyak yang memiliki account twitter, bisa dilihat dari signature email mereka yang menyertakan account twitternya dan kadang link alamat blog mereka. Mulailah saya mengenal dengan social media dan menjalin network saya.

Sedekah Rombongan

Satu lagi gerakan sedekah yang dipimpin oleh Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha muda yang sukses dan pernah tampil dalam acara Kick Andy. Tapi sayang, waktu itu saya pas gak nonton acaranya di Kick Andy.

Awalnya mengenal gerakan sedekah ini dari twitter, setelah menjadi follower account twitter Sugiharto. Salah satu tweet nya menyebutkan tentang gerakan sedekah yang diberi nama Sedekah Rombongan.

Sedekah Rombongan

Mengapa Sedekah Rombongan? Karena memang gerakan ini dalam menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan adalah dengan rombongan. Rombongan-rombongan inilah yang selanjutnya mengumpulkan informasi siapa saja yang berhak menerima bantuan dan menyalurkannya.
Bagi para donatur bisa melihat semua kegiatan gerakan di website http://sedekahrombongan.com/

Pertama kali membuka website Sedekah Rombongan, kesan pertama yang timbul adalah haru, agak merinding juga melihat orang-orang yang dibantu oleh gerakan ini. Ada juga beberapa kisah yang memberikan inspirasi tentang bagaimana orang yang hidup dalam kekurangan tapi masih bisa membantu yang lain. Photo-photo yang memperlihatkan ketegaran hidup seseorang dan sebagainya. Kadang sampai gak terasa air mata netes, dan sampai hari inipun saya gak tau kenapa, setiap kali membuka web sedekah rombongan, air mata saya selalu menetes. Ingin juga rasanya mengulurkan tangan membantu gerakan sedekah rombongan ini,

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan siapapun yang terlibat dalam gerakan ini, baik para relawan maupun para donatur.

Serabi Hijau Rengasdengklok


Satu lagi makanan tradisional yang bisa dijumpai disalah satu sudut Kebagusan Jagakarsa. Serabi hijau rengasdengklok, lokasinya persis di pinggir jalan Kebagusan Raya. Kalau dari arteri Simatupang setelah melewati Indosat M2, lokasinya ada di sebelah kiri jalan.

Burger Blenger Bintaro



Satu lagi jajanan yang sering saya beli sewaktu masih di Bintaro, Burger Blenger. Nama yang cukup unik untuk sebuah burger tapi memang sesuai dengan namanya, kalo kita makan burger ini satu saja, udah bisa bikin blenger. Dahulu kala counter burger blenger di Bintaro awalnya adalah warung kecil di pertigaan pintu gerbang Bintaro. Jangan heran kalo mau mampir kesini pasti ngantri. Kalo mau beli nanti sama kasirnya dikasih nomor antrian. Nunggu agak lama sekitar 10 menitan tergantung dari banyaknya pembeli. Sebenarnya ngantri ini bukan karena pembelinya yang banyak tapi karena burger ini disajikan fresh from the grill.


Ya, burger blenger hanya disajikan langsung dari panggangan, benar-benar fresh. Daging burger terlebih dahulu di panggang baru kemudian disajikan, inilah yang membuat ngantri. Macam burgernya ada beef burger dan cheese burger, biasanya kalo saya sendiri lebih suka memilih beef burger, selain harganya lebih murah (dulu Rp9000) rasanya juga asli. Kalo yang cheese kurang recommended karena keju yg digunakan merusak citarasa asli burger blenger.



Selain burger, ada juga hotdog. Tapi saya kurang begitu suka dengan hotdognya karena isinya sosis yang sudah jadi, tidak seperti beef burger dimana daging burgernya adalah hasil resep racikan pemilik burger blenger. Terkahir ke burger blenger di Bintaro, counternya sudah berbeda dengan yang dulu. Sekarang lebih besar dan tempatnya juga lebih bagus. Dan sekarangpun cabangnya juga sudah banyak.

Tempe Mendoan

Tempe, makanan yang sudah merakyat, sudah menjadi trade mark Indonesia. Semua orang Indonesia pasti mengenal tempe. Makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasikan oleh jamur. Salah satu jajanan olahan yang berbahan tempe adalah tempe mendoan. Salah satu ciri khas dari tempe ini adalah bentuk tempenya yang tipis.


Tempe mendoan diolah dengan cara digoreng, sebelumnya di celupkan kedalam campuran tepung kemudian digoreng sampai matang dan tidak terlalu garing. Tempe mendoan biasanya disantap dengan cabe rawit atau biasanya dengan sambal kecap. Saat ini di Jakarta sudah banyak penjual tempo mendoan yang dijajakan dengan mobil bak terbuka di pinggir jalan. Tempe mendoan sangat cocok sebagai cemilan di sore hari ditemani dengan secangkir teh atau kopi panas.

Lumpia Semarang

Lumpia adalah salah satu makanan khas dari kota Semarang. Kalo pas kebetulan lagi di Semarang, pasti jajan makanan yang satu ini. Lumpia isinya ada berbagai macam, tapi biasanya yang paling umum adalah rebung.

Beberapa isi lumpia kadang dikombinasikan dengan campuran daging ayam atau daging sapi. Untuk menikmatinya biasanya disajikan dengan daun bawang muda dan saus asam manis yang kental. TInggal dicocol lumpianya ke dalam saus asam manis trus dimakan bersama daun bawang muda seperti makan cabe rawit. Rasanya enak sekali, membuat ketagihan untuk makan lumpia lagi.


Ada dua macam lumpia yang biasa dijajakan, lumpia basah dan lumpia goreng. Keduanya sama enaknya. Kalo lumpia basah, lumpianya tidak digoreng, jadi isian lumpia hanya dilapisi kulit lumpia yang masih basah terus bisa langsung disantap. Sedangkan lumpia goreng, sebelum disantap terlebih dahulu lumpianya di goreng sampai kecoklatan.



Flowers of Gunung Geulis


These are some photos that was taken when I was trained at CIMBNiaga Learning Center, Gunung Geulis Puncak (Gugeul). I use Canon Powershot A470 and use macro effect for some photo and the result is not bad at all for this low entry camera



Flowers of Gunung Geulis

Flowers of Gunung Geulis
  
Flowers of Gunung Geulis
  
Flowers of Gunung Geulis

Flowers of Gunung Geulis

CIMBNiaga Learning Center


Ketika saya masih bekerja di salah satu bank nasional terbesar di Indonesia, saya sering mengikuti pelatihan di CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center. Sebuah tempat pelatihan yang di desain sedemikian rupa menyerupai sebuah resort di kawasan puncak Bogor. Lokasinya tidak terlalu jauh dari gerbang tol puncak, malahan lokasinya masih termasuk di area bawah puncak Cisarua Bogor. Waktu photo ini diambil saya bersama rekan satu team  menginap di salah satu kamar bersama rekan-rekan lain dari berbagai cabang di seluruh Indonesia.


CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

Tempatnya sangat nyaman, sejuk, dan asri. Memang sangat cocok sebagai tempat pelatihan karena atmosfer suasana puncak yang mendukung menjadikan peserta pelatihan tidak tegang dan stress. Fasilitas yang disediakan pun tidak kalah dengan hotel berbintang, ada kolam renang, fitness center, karaoke bar, lapangan tenis dan danau untuk memancing. Satu hal yang saya paling sukai dari tempat ini dan membuat saya semangat mengikuti pelatihan disini adalah akomodasi makanannya. Mulai dari sarapan, makan siang, sampai makan malam, semuanya disajikan seperti kita menginap di hotel berbintang. Setiap hari menu makanannya selalu berubah, jadi kita tidak bosan, bahkan kalau malam kadang disajikan makan malam secara barbeque.

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

Kamar menginapnya cukup sederhana tapi sangat nyaman. Namanya juga tempat pelatihan makanya televisi tidak ditempatkan di dalam kamar, melainkan di luar kamar. Jadi setiap 2 kamar disediakan semacam lobby kecil untuk menonton televisi diluar sehingga tidak mengganggu jika ada rekan yang belajar di dalam kamar. Setiap sore selalu disediakan snack di ruang televise, kalau mau minum kopi atau teh semuanya sudah disediakan.

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center

CIMBNiaga Gunung Geulis Learning Center


Ujian dan Cobaan Hidup

Dari : Suardika Putra


Ketika Allah menurunkan ujian, bencana, dan hal-hal yang menyedihkan lainnya, ada sesuatu yang ingin diwujudkan oleh-Nya, yakni agar manusia merunduk sujud seraya merendahkan hatinya di hadapan-Nya:

Milis Belajar Financial Planning

Financial planning atau merencanakan keuangan sangat penting peranannya bagi setiap orang, apakah dia itu masih lajang ataukah sudah berkeluarga. Ada satu milis yang saya ikuti hingga saat ini untuk belajar mengenai apa itu perencanaan keuangan. Milis yang diasuh oleh salah satu perencana keuangan yang sudah cukup terkenal di Indonesia yaitu Safir Senduk.

Di dalam milis ini banyak anggota milis yang saling berbagi pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang dimana didalamnya juga termasuk dengan asuransi dan investasi. Banyak hal yang saya telah pelajari dari milis ini, salah satunya adalah investasi melalui reksadana dan emas. Semakin banyak saya belajar semakin banyak yang saya tidak tahu mengenai perencanaan keuangan.

Setelah menjadi member milis ini meskipun masih member pasif, saya bisa merencanakan keuangan untuk keluarga saya sendiri dengan lebih baik. Mulai dari rencana pendidikan anak saya, rencana pensiun, dan rencana lainnya. Untuk bergabung kedalam milis ini silahkan kirim email kosong ke alamat ssr-klub-subscribe@yahoogroups.com

The Oasis Kuta


Hotel The Oasis Kuta menjadi tempat menginap selama honeymoon kami di Bali. Lokasinya yang dekat dengan bandara Ngurah Rai dan pantai Kuta, membuat kami memilih hotel ini, meskipun sebenarnya yang memilihnya adalah kakak sepupu saya sendiri yang kebetulan bekerja di salah satu travel agen terkenal.

Islam Memelihara Kehidupan Manusia

Oleh : Ibnu Satrijo




Sesungguhnya Islam memelihara lima perkara yg amat penting bagi manusia yaitu: Agama, jiwa, akal, harta, kehormatan dan keturunan. Imam Asy Sathibi berkata,"Umat ini telah bersepakat bahwa syari'at ini diletakkan utk menjaga lima perkara yg penting yaitu, agama,jiwa,keturunan,harta dan akal." (Al Muwafakat 1/38).


Status Kehalalan Alkohol


Diambil dari milis halal-baik-enak@yahoogroups.com
Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Sampai saat ini masih banyak yang menanyakan masalah status kehalalan alkohol dan bingung dalam menetapkannya.  Hal ini dapat terjadi akibat adanya suatu kekeliruan dalam mendefinisikan secara tepat apa yang dimaksud alkohol dan dalam mengambil suatu analogi antara fakta dengan hukum.

Banyak informasi yang beredar baik di buku maupun internet bahwa alkohol itu statusnya haram.  Masalahnya, apa yang dimaksud dengan alkohol disini.  Dalam bahasa Inggris kata “alcohol” memiliki dua arti, arti yang pertama adalah minuman beralkohol atau minuman keras, sering disingkat dengan “alcohol” saja.  Arti yang kedua “alcohol” adalah etanol, nama suatu bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai pelarut organik.  Dari segi ilmu kimia, alkohol artinya adalah golongan senyawa kimia yang memiliki gugus fungsional hidroksi (OH), dengan demikian ada banyak sekali senyawa kimia yang termasuk kedalam golongan alkohol dan etanol adalah salah satunya.  Etanol sendiri adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul 

C2H5OH.

Sekarang, jika dikatakan alkohol itu haram maka yang dimaksud alkohol disini apa? atau yang mana dari beberapa arti alkohol yang dijelaskan diatas?  Banyak yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan alkohol dalam hal ini adalah etanol, hal ini didasarkan atas fakta bahwa alkohol bersifat memabukkan dan kandungan minuman keras yang terbesar adalah etanol (selain air).  Benarkah demikian?  Mari kita kaji!

Yang pertama-tama harus diketahui adalah bahwa toksisitas (sifat racun) suatu senyawa kimia utamanya tergantung kepada jumlahnya.  Sifat ini bervariasi antara satu bahan kimia dengan bahan kimia yang lain, ada yang dalam jumlah kecil saja dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian, ada yang baru menimbulkan efek racun pada jumlah yang terkonsumsi yang relatif tinggi.  Etanol memang bersifat narkosis (memabukkan), akan tetapi tentu saja tergantung pada berapa banyak yang dikonsumsi, jika hanya dikonsumsi sedikit saja, misal hanya 0.01 ml maka kemungkinan besar tidak menimbulkan efek apa-apa.  Di sisi lain, banyak komponen-komponen yang ada didalam minuman keras sebetulnya memiliki sifat memabukkan bahkan lebih toksik (beracun) dibandingkan dengan etanol.  Sebagai contoh, metanol, propanol, isobutilalkohol dan asetaldehida terdapat didalam red wine dan senyawa-senyawa kimia tersebut bersifat memabukkan.  Oleh karena itu, sifat memabukkannya suatu minuman keras bukan semata-mata disebabkan oleh etanol saja, akan tetapi merupakan pengaruh dari semua senyawa kimia yang ada didalam suatu minuman keras.  Sehingga, tidak tepat jika yang diharamkan itu etanol, karena jika etanol haram mengapa senyawa senyawa kimia yang lain yang juga bersifat memabukkan seperti sudah disebutkan diatas tidak diharamkan?  Logikanya, jika etanol haram maka semua senyawa kimia yang bersifat memabukkan juga haram.

Jika kita perhatikan ayat-ayat Al Qur’an dan hadis-hadis yang berkenaan dengan khamar maka sebetulnya yang dimaksud khamar adalah suatu sesuatu yang memabukkan, dalam banyak contoh adalah minuman yang memabukkan.  Alkohol, pada zaman Rasulullah bahkan belum dikenal.  Jika kita perhatikan lebih lanjut hukum halal haram ini ternyata berlaku bagi sesuatu yang dikonsumsi, sesuatu yang diminum atau dimakan atau dimasukkan kedalam tubuh, sedangkan terhadap sesuatu yang tidak dikonsumsi maka tidak dikenai hukum.  Sekarang mari kita lihat senyawa senyawa kimia secara keseluruhan, apakah layak dikenai hukum halal haram, padahal kebanyakan dari senyawa senyawa kimia ini tidak dikonsumsi.  Ambil contoh yang sering dikenai hukum haram selama ini yaitu etanol.  Pada kenyataannya etanol sebagai senyawa murni (etanol absolut) tidak pernah ada yang meminumnya karena dapat mengakibatkan kematian, demikian halnya dengan senyawa senyawa kimia lain.  Sehingga, seharusnya senyawa senyawa kimia murni ini tidak dikenai hukum halal haram karena bukan sesuatu yang dikonsumsi.

Apabila etanol dianggap sama dengan khamar dan haram hukumnya maka dampaknya akan luas sekali dan akan menjadi kontradiksi dengan hukum kehalalan bahan pangan lain.  Telah diketahui bahwa banyak bahan pangan mengandung etanol, baik terdapat secara alami (sudah ada didalam bahan pangan sejak dipanen dari pohon) seperti buah-buahan, atau terbentuk selama pengolahan seperti kecap, cuka dan roti.  Akan tetapi, buah-buahan jelas halalnya.  Kecap dan roti tidak menyebabkan mabuk.  Cuka sepanjang tidak dibuat dari khamar maka hukumnya halal.  Bukankah menjadi bertentangan jika etanol hukumnya haram?  Mengapa walaupun etanol terdapat didalam buah-buahan, akan tetapi buah-buahan tersebut halal?  Dengan demikian maka yang keliru adalah penetapan hukum terhadap etanol itulah kelihatannya.  Roti dan cuka halal, dalam hadis dijelaskan bahwa Rasulullah saw juga makan roti dan cuka, padahal cuka dan roti mengandung etanol.  Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa penetapan haram terhadap etanol itu keliru. Jika sesuatu sudah ditetapkan sebagai khamar maka banyak atau sedikit tetap haram, jadi alasan bahwa buah-buahan hanya mengandung sedikit etanol sehingga halal menjadi tidak tepat jika status etanolnya haram.  Alasan bahwa etanol yang ada di buah-buahan alami sehingga halal itu juga tidak tepat mengingat kehalalan bukan didasarkan pada alami atau bukan. Jika bahan tersebut adalah sesuatu yang dikonsumsi dan bersifat memabukkan maka statusnya haram apakah bahan tersebut alami atau buatan sama saja hukumnya.

Ada yang berpendapat bahwa yang diharamkan adalah alkohol yang sengaja ditambahkan kedalam bahan pangan atau ingredien pangan, sedangkan yang sudah ada dalam bahan secara alami tidak haram. Ketentuan ini lemah karena keharaman sesuatu zat bukan didasarkan atas apakah bahan tersebut terbentuk dengan sendirinya atau sengaja ditambahkan, tetapi zatnya itu sendiri, jika khamar itu haram maka, apakah khamar itu sengaja ditambahkan kedalam bahan pangan atau terbentuk dengan sendirinya (misal bila nira kelapa kita biarkan pada suhu kamar lebih dari 3 hari maka akan terbentuk tuak), tetap saja bahan pangan atau minuman tersebut haram. Ketentuan ini juga menjadi aneh manakala dalam pembuatan ingredien pangan tidak boleh menggunakan atau mengandung alkohol sedikitpun, sementara kita makan roti yang mengandung alkohol sekitar 0.3%. Sebagai tambahan, ganja adalah bahan alam yang sifatnya sudah diketahui memabukkan dan dapat digolongkan kedalam khamar, jadi yang berasal dari alam pun jika bersifat memabukkan dan dikonsumsi maka masuk kedalam golongan khamar.

Ada pula yang berpendapat bahwa suatu ingredien (misal flavor) yang mengandung alkohol (kurang dari 1%) dapat digunakan dalam pembuatan produk pangan, asalkan dalam produk pangan yang dibuat, alkohol sudah tidak terdeteksi lagi. Hal ini juga tidak tepat karena kalau suatu zat sudah mengandung bahan haram maka haramlah dia, apabila zat tersebut ditambahkan kedalam bahan pangan, maka bahan pangan tersebut menjadi haram. Hal ini dilihat dari kaidah fiqih bagi pencampuran bahan pangan yang kesemuanya dapat bercampur dengan merata, “manakala bercampur antara yang halal dengan yang haram maka akan dimenangkan yang haram”.

Jika etanol haram maka etanol tidak boleh digunakan sama sekali karena begitulah hukum yang berlaku yang berkenaan dengan khamar dimana khamar tidak boleh dimanfaatkan sama sekali, tidak boleh juga dijual kepada Yahudi sekalipun, khamar harus dibuang.  Sebagai contoh, etanol tidak boleh digunakan sebagai bahan untuk desinfektasi alat-alat kedokteran, tidak boleh digunakan dalam parfum, tidak boleh digunakan sebagai bahan untuk sanitasi alat-alat pengolahan pangan, sebagai pelarut, bahkan harus enyah dari laboratorium laboratorium.

Apabila etanol diharamkan maka hal ini bukan hanya bertentangan dengan hal-hal yang sudah disebutkan diatas, ternyata bertentangan juga dengan penjelasan Rasulullah saw tentang jus buah-buahan dan pemeramannya seperti tercantum dalam hadis-hadis berikut ini (hadis-hadis ini tercantum dalam kitab Fiqih Sunnah tulisan Sayid Sabiq):

1. Minumlah itu (jus) selagi ia belum keras.  Sahabat-sahabat bertanya: Berapa lama ia menjadi keras?  Ia menjadi keras dalam tiga hari, jawab Nabi. (Hadis Ahmad diriwayatkan dari Abdullah bin Umar).

2. Bahwa Ibnu Abbas pernah membuat jus untuk Nabi saw.  Nabi meminumnya pada hari itu, besok dan lusanya hingga sore hari ketiga.  Setelah itu Nabi menyuruh khadam menumpahkan dan memusnahkannya.  (Hadis Muslim berasal dari Abdullah bin Abas).

Karena buah-buahan secara alami mengandung etanol maka jus buah-buahan pun mengandung etanol.  Jika jus ini diperam atau dibiarkan pada suhu kamar dan pada kondisi terbuka maka kadar etanolnya akan meningkat karena akan mengalami fermentasi alkohol spontan yaitu dengan tumbuhnya khamir (yeast) pada jus yang akan mengubah gula menjadi etanol dan senyawa-senyawa lain.  Akan tetapi, kadar alkohol jus sampai pada pemeraman hari kedua belum sampai pada taraf yang dapat memabukkan, baru setelah diperam selama 3 hari jus tersebut telah bersifat memabukkan atau tidak layak diminum karena telah mengalami kerusakan.  Hadis ini menunjukkan bahwa pendapat yang mengatakan bahwa etanol haram keliru karena pada kasus pemeraman jus etanol kadarnya bahkan meningkat sampai batas tertentu, akan tetapi Rasulullah mengatakan jus yang disimpan sampai 2 hari masih boleh diminum, setelah diperam 3 hari barulah ia telah berubah menjadi khamar dan tidak boleh diminum lagi. Hadis ini juga menunjukkan bahwa peubahan sifat jus menjadi memabukkan itu ada waktunya, jika hal ini dikaitkan dengan kandungan etanol dalam jus maka berarti ada batas tertentu dimana kadar etanol dalam jus diperbolehkan dan ada batas dimana diatas batas itu jus sudah tidak diperbolehkan diminum lagi.

Majelis Ulama Indonesia telah lama mengkaji masalah alkohol (etanol) ini.  Pada tahun 1993 MUI mengadakan muzakarah Nasional tentang alkohol dalam minuman dengan mempertemukan para ulama dan ilmuwan untuk membahas status kehalalan alkohol.  Pada saat itu telah disepakati bahwa yang diharamkan adalah minuman beralkohol atau minuman keras, bukan alkohol (etanol)nya itu sendiri.  Akan tetapi, apabila sesuatu sudah masuk kedalam kategori minuman beralkohol (ada definisinya) maka berapapun kadar alkoholnya (etanolnya) tetap saja haram.  Setelah muzakarah, ternyata diantara para ulama dan ilmuwan masih terdapat perbedaan pendapat, apakah minuman beralkohol haram atau alkohol (etanol) juga haram.  Oleh karena itu, MUI terus melakukan kajian sehingga pada bulan Agustus 2001, komisi fatwa MUI mampu memutuskan bahwa minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol (etanol) minimal satu persen.  

Dengan adanya hasil ijtihad ini maka semakin kuatlah pendapat bahwa yang diharamkan itu bukan karena keberadaan etanol (alkohol) dalam bahan pangan semata, akan tetapi lebih kepada berapa kadarnya.  Adanya batas 1% ini akan sangat memudahkan dalam penetapan status kehalalan minuman.  Minuman yang mengandung alkohol (etanol) sebanyak 1% atau lebih masuk kedalam minuman keras dan masuk kedalam golongan khamar.  Akan tetapi, minuman yang mengandung alkohol (etanol) dibawah 1% tidak otomatis halal karena untuk menetapkannya harus dilihat bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya.  Sebagai contoh, minuman Shandy mengandung etanol kurang dari 1%, akan tetapi minuman ini terbuat dari bir dimana bir masuk kedalam kategori minuman keras sehingga masuk kedalam golongan khamar.  Dengan demikian, minuman Shandy jelas haram karena terbuat dari khamar yang diencerkan, sesuai dengan kaidah “jika banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram”.Oleh karena itu jelaslah bahwa kehalalan suatu bahan pangan bukan ditentukan oleh ada atau tidaknya etanol atau alkohol, akan tetapi ditentukan oleh berapa banyak etanol yang terkandung disamping, tentu saja, adanya bahan-bahan haram lainnya dan cara pembuatannya.

Etanol sebagai pelarut dan desinfektan

Mari kita lihat kembali bagaimana dengan hukum bahan-bahan kimia seperti etanol, aseton, heksan, kloroform. Seharusnya asal hukum zat-zat ini adalah halal, akan tetapi manakala mereka digunakan untuk membuat minuman yang memabukkan (etanol dicampur air misalnya, dengan catatan pada kenyataannya hampir tidak ada minuman yang dibuat dengan cara ini) maka minuman yang dibuatnya itu menjadi haram, demikian pula dengan kloroform, jika kloroform digunakan untuk membius diri dengan tujuan supaya teler, maka ia menjadi haram. Dengan demikian, semua bahan kimia selama ia tidak digunakan untuk membuat minuman yang memabukkan atau digunakan untuk "fly" (mabuk narkotika) seharusnya halal. Sehingga, etanol yang digunakan untuk desinfektasi alat-alat kedokteran, pereaksi kimia di lab-lab, pelarut parfum, dll adalah halal dan boleh digunakan. Jika ini tidak boleh, bagaimana dengan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sanitasi, mereka itu racun jika dimakan, apakah juga tidak boleh digunakan? Jika etanol untuk desinfektasi alat-alat kedokteran diganti dengan aseton (lebih toksik dari alkohol) apakah menjadi boleh karena bukan etanol (alkohol)?.  Penulis yakin seharusnya tetap boleh karena disini haram atau tidaknya dalam konteks dikonsumsi (dimakan atau diminum) atau digunakan untuk membuat kita fly.
Masalah lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah masalah najis. Khamar bersifat najis, walaupun ada yang berpendapat bahwa khamar tidak najis tapi hanya haram. Jika etanol tidak sama dengan khamar maka status etanol sama dengan status bahan-bahan kimia lain yang sejenis yaitu tidak najis sehingga dapat digunakan untuk pelarut parfum karena parfum tidak dimakan dan etanol tidak najis.

Penggunaan etanol dalam pengolahan pangan

Walaupun etanol sebagai bahan kimia seharusnya tidak haram, akan tetapi seperti halnya penggunaan bahan-bahan kimia yang sengaja ditambahkan kedalam bahan pangan, maka penggunaan etanol dalam pengolahan pangan dan pembuatan produk pangan harus dibatasi. Bahan-bahan kimia lain (seperti bahan tambahan pangan) penggunaannya harus dibatasi karena masalah keamanannya dari segi kesehatan. Penggunaan pelarut organik (bahan kimia cair yang sering digunakan untuk melarutkan bahan-bahan kimia lainnya atau untuk mengekstraksi/ mengambil bahan-bahan dari suatu bagian tanaman) yang bersifat lebih beracun dari etanol masih diperkenankan dalam pengolahan bahan pangan seperti pada pembuatan oleoresin  (ini adalah bahan seperti minyak yang diperoleh dari hasil ekstraksi rempah-rempah atau herba.  Pelarut orgaik selain etanol yang digunakan adalah heksana, diklorometan, propanol, aseton, dll.
Akan tetapi apabila oleoresin sudah diperoleh maka pelarut organik ini harus dihilangkan sampai tersisa hanya sedikit sekali (dalam satuan ppm, bagian per sejuta).

Penggunaan pelarut organik seperti etanol pada proses lainnya yaitu untuk mengambil/mengekstraksi minyak dari kacang-kacangan seperti kacang kedele. Dengan demikian, etanol seharusnya juga masih boleh digunakan dalam pengolahan pangan, asalkan pada proses selanjutnya dihilangkan sama halnya seperti penggunaan pelarut organik lainnya.

Etanol seharusnya boleh digunakan sebagai pelarut pengekstrak senyawa-senyawa flavor (senyawa yang digunakan untuk memberi aroma dan rasa makanan), komponen bioaktif (senyawa senyawa kimia yang bermanfaat dalam kesehatan), dan lainnya, asalkan etanol tersebut dihilangkan, atau pada formulasi akhir (dalam essens misalnya) kadar etanolnya tidak lebih dari 1 %. Pada pengolahan pangan lainnya seperti pada pembuatan surimi, etanol juga seharusnya boleh digunakan, asalkan pada produk akhir konsentrasinya tidak lebih dari 1 %.

Batas kadar etanol harus dibawah 1 % yang tersisa atau sengaja ditambahkan untuk suatu keperluan yang belum dapat digantikan dengan yang lain pada ingredien pangan (bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat produk pangan) atau produk pangan ini diusulkan dengan pertimbangan: a) kadar etanol serendah ini tidak akan membuat ingredien atau produk pangan bersifat memabukkan; b) lebih rendah atau sama dengan kadar etanol beberapa produk pangan seperti roti (0.3%), kecap asin Jepang (1%) dan cuka (dibawah 1%); c) sama dengan batas yang ditetapkan oleh MUI dalam menetapkan minuman keras; d) ingredien pangan tidak langsung dikonsumsi, tetapi digunakan dalam pembuatan produk pangan bercampur dengan bahan-bahan lain, sehingga kadar etanol produk pangan akan lebih rendah dari batas diatas. Akan tetapi, etanol tidak boleh digunakan sebagai pelarut akhir suatu ingredien pangan seperti flavor (contohnya essens) dan pewarna. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaannya, walaupun jika eseens ini digunakan untuk membuat produk pangan (maksimum 1%) maka tidak akan membuat produk pangan yang dibuat tersebut bersifat memabukkan.

Titik Kritis Kehalalan Coklat

Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com



Anton Apriyantono
Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB
apriyant@indo.net.id



Coklat adalah bahan pangan yang unik karena berbentuk padatan pada suhu ruang akan tetapi akan mudah meleleh begitu coklat sampai di mulut.  Rasa coklat yang unik yang bila bergabung dengan gula dan susu akan memiliki rasa enak menyebabkan coklat digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan.

Mengenal Makanan Haram (bagian 2)

Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com

6. BINATANG BUAS BERTARING

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Muslim no. 1933)

Perlu diketahui bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (1/125) dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/118-119) Maksudnya “dziinaab” yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala, singa,anjing, macan tutul, harimau,beruang,kera dan sejenisnya. Semua itu haram dimakan”. (Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi).


Mengenal Makanan Haram (bagian 1)

Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Prof. Dr. Ir. Tri Susanto, Peneliti Lemak Babi itu Telah Tiada

Dari www.halalmui.org


Malang - Innalillahi wainnailaihi roji’un.   Prof. Dr. Ir. Tri Susanto, peneliti yang telah berjasa besar dalam keilmuan di bidang halal di Indonesia, wafat pada Rabu, 30 November 2011 di Malang, Jawa Timur.

Semasa hayatnya, Prof. Dr. Ir. Tri Susanto, peneliti  dari Universitas Brawijaya, Malang, dikenal karena penelitiannya mengenai produk yang diindikasikan mengandung lemak babi pada tahun 1988.  Publikasi atas hasil penelitian tersebut telah menjadi perbincangan hangat dan berdampak kepada perekonomian nasional.  

Susu Cair dan Susu Bubuk


Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Dr. Ir. Anton Apriyantono
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB

Dirilis tanggal 4 Desember 2011

Pada saat ini di pasaran banyak sekali ditemukan berbagai jenis produk olahan susu, baik dalam bentuk cair maupun bubuk. Untuk susu cair kita bisa temukan dari mulai jenis susu pasteurisasi, susu sterilisasi, susu evaporasi, susu kental manis, susu dengan berbagai jenis flavor seperti strawberry, coklat, vanila, dll. Susu dalam bentuk bubuk banyak ragamnya, susu untuk bayi khususnya banyak yang berbentuk bubuk. Pertanyaannya, bagaimana dengan status kehalalannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita kaji bagaimana produk produk ini dibuat, apa bahan dan proses yang digunakan.

Titik Kritis Kehalalan Mentega dan Margarin

Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Dr. Ir. Anton Apriyantono

Halal Watch

Dirilis tanggal 26 Desember 2011

         
Mentega dan margarin banyak digunakan dalam pembuatan kueh-kuehan, roti-rotian, bahkan digunakan pula sebagai teman roti.  Bisa dibayangkan bagaimana lezatnya roti tawar yang dipanggang ditambah mentega dan jam, menu yang bisa digunakan untuk makan pagi.  Tapi, tahukah bahwa mentega dan margarin ternyata dua bahan yang bisa tidak halal?  Cobalah simak bagaimana seluk beluk pembuatan kedua bahan ini.


Mengenal Reksadana


Sebelumnya saya tidak pernah tahu dengan apa itu reksadana. Sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika saya mendapatkan uang 10juta saya yang pertama, hasil menabung dari gaji saya yang saya terima, saya berencana untuk berinvestasi. Namun karena pengetahuan saya yang terbatas mengenai investasi dan cara mengelola keuangan akhirnya rencana itu kandas dan tanpa terasa uang 10juta itupun habis tanpa terasa. Hingga kini saya masih sedikit merasa menyesal karena kebodohan saya waktu itu, tapi ya apa mau dikata, yang berlalu biarlah berlalu, masih ada pintu kesempatan lain yang masih terbuka.


Hemat Pangkal Kaya


Semenjak berkantor di wilayah Kuningan Jakarta, banyak pola hidup saya yang berubah drastis. Sebelumnya saya berkantor diluar wilayah Jakarta yang setiap hari tidak pernah kenal dengan macet. Begitu pula untuk pengeluaran harian seperti ongkos ngantor dan makan siang. Memang sekarang salary yang saya terima jauh lebih besar dari salary sebelumnya, walaupun begitu bukan berarti menjadikan saya untuk bergaya hidup boros. Saya masih menerapkan prinsip hidup super hemat alias prihatin hehehe…

Kumpul Lebaran


Beginilah kalo lagi kumpul pas lebaran, semua cucu pada kumpul dirumah mbahnya.
Biasanya kalo udah ngumpul begini, bocah-bocah pada tiduran dikamar sambil main PlayStation.
Senengnya masih bisa berkumpul rame-rame pas lebaran.

Lelah yg Penuh Berkah

Diantara LELAH yg penuh BERKAH ALLAH SWT:

1. Menuntut ilmu (QS 3:7)
2. Mencari rizki yg halal bahkan bernilai JIHAD ditengah banyak yg haram (QS62:10)
3. Mengandung, melahirkan, merawat anak-anak & keluarga (QS 31:14)
4. Mengasuh anak yatim.(QS 4:6)
5. Sabar dalam sakit, cacat, kemiskinan & musibah (QS 2:155)
6. Berdakwah (QS 41:33)
7. Merawat orang tua diusia senjanya (QS 17:23)
8. Dan lelah termulia adalah yaitu Berjihad perang fisabillah (QS 3:180).

Memang lelah tetapi berkah, inilah yg membuat HIDUP SESAAT ini jadi BERMAKNA, & ini pula yg membuat org beriman itu senang menikmati kelelahannya "natamatta' bimataibina", SUBHANALLAH.

Main Kerumah

taman jatisari permai type 47/162

Lebaran 2011 kemaren kakak, adik, dan ibu datang main kerumah baru. Namanya rumah baru, masih asli dari developernya, belum ada renovasi tambahan.
Halaman depan sama halaman belakang belum ada tanamannya, masih penuh dengan sisa puing dan bangunan.



Kunjungan pertama kali ibu dan keluarga kakak kerumah, karena penasaran mau lihat rumahnya kayak apa.
Rumahnya berada di perumahan Taman Jatisari Permai atau Bumi DIrgantara Permai, Jatiasih Bekasi.

taman jatisari permai type 47/162

taman jatisari permai type 47/162
Lingkungan kompleknya sangat nyaman dan tenang, karena pada awalnya komplek ini adalah komplek untuk pensiunan AURI.
Masih banyak kebun dan pohon-pohon, jadi masih adem. Airnya juga masih bagus dan sudah pasti bebas banjir.
Luas tanahnya 162m (9x18) dan bangunannya 47m.
Dan satunya lagi, rumahnya satu komplek sama mertua, jadi nanti kalo Shazia mau main kerumah kakek neneknya tinggal jalan saja.

Sodara Bebuyutan


Inilah dua sodara bebuyutan. Kalo lagi akrab dan rukun ya kayak begini. Ngeliatnya aja bikin tentram banget
Tapi kalo udah mulai kumat berebutnya, gak mau ngalahnya….wah bikin pusing. Salah satunya harus ada yang nangis dulu

Udah bikin kakek neneknya ketar ketir dirumah.
Yang pake kaos kuning itu namanya Nayla, usianya sekitar 3 tahun dan yang baju pink Shazia, usianya sekitar 2 tahun pada waktu photo diambil.



Swimming at CitraGrand Cibubur


Shazia suka banget kalo diajak berenang. Mumpung lagi liburan panjang, ajak Shazia berenang di waterpark CitraGrand Cibubur.
Milih tempat ini karena gak jauh dari rumah dan juga tiket masuknya murah, hanya Rp30ribu bagi umum dan Rp20ribu bagi penghuni CitraGrand.

Shazia's New Haircut

Shazia

Ini photo Shazia, abis di potong rambutnya sama mamanya. Terlalu pendek motongnya, jadinya malah mirip kayak anak laki-laki J

Saling Berbangga dengan Harta


Mengapa kita mesti berbangga-bangga, sedangkan harta hanyalah titipan.

Mengapa kita mesti berbangga-bangga, sedangkan harta yang bermanfaat jika digunakan dalam kebaikan.

Semua yang digunakan selain untuk jalan kebaikan, tentu akan sirna dan sia-sia.

Seharusnya yang kita banggakan adalah bagaimana keimanan kita, bagaimana ketakwaan kita di sisi Allah, bagaimana kita bisa amanat dalam menggunakan harta titipan ilahi.

Landasan hukum syariat kehalalan makanan dan minuman (bagian ketiga)

Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Dr. Ir. Anton Apriyantono

Halal Watch

Dirilis tanggal 10 Desember 2011

Minuman yang Diharamkan

Dari semua minuman yang tersedia, hanya satu kelompok saja yang diharamkan yaitu khamar. Yang dimaksud dengan khamar yaitu minuman yang memabukkan sesuai dengan penjelasan Rasulullah SAW berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Abdullah bin Umar: setiap yang memabukkan adalah khamar (termasuk khamar) dan setiap khamar adalah diharamkan (semua hadis-hadis yang digunakan dalam pembahasan minuman yang diharamkan diperoleh dari Sabiq, 1987). Dari penjelasan Rasulullah tsb jelas bahwa batasan khamar didasarkan atas sifatnya, bukan jenis bahannya, bahannya sendiri dapat apa saja. Dalam hal ini ada perbedaan pendapat mengenai bahan yang diharamkan, ada yang mengharamkan khamar yang berasal dari anggur saja. Akan tetapi penulis menyetujui pendapat yang mengharamkan semua bahan yang bersifat memabukkan, tidak perlu dilihat lagi asal dan jenis bahannya, hal ini didasarkan atas kajian hadis-hadis yang berkenaan dengan itu, juga pendapat para ulama terdahulu.

Mengenai sifat memabukkan sendiri dijelaskan lebih rinci lagi oleh Umar bin Khattab seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sebagai berikut: Kemudian daripada itu, wahai manusia! sesungguhnya telah diturunkan hukum yang mengharamkan khamar. Ia terbuat dari salah satu lima unsur: anggur, korma, madu, jagung dan gandum. Khamar itu adalah sesuatu yang mengacaukan akal. Jadi sifat mengacaukan akal itulah yang dijadikan patokan. Sifat mengacaukan akal itu diantaranya dicontohkan dalam Al-Quran yaitu membuat orang menjadi tidak mengerti lagi apa yang diucapkan seperti dapat dilihat pada surat An-Nisa: 43: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dengan demikian berdasarkan ilmu pengetahuan dapat diartikan sifat memabukkan tersebut yaitu suatu sifat dari suatu bahan yang menyerang syaraf yang mengakibatkan ingatan kita terganggu.

Keharaman khamar ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-Maaidah ayat 90-91: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan-perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menumbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran meminum khamar dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu.

Dengan berpegang pada definisi yang sangat jelas tersebut diatas maka kelompok minuman yang disebut dengan minuman keras atau minuman beralkohol (alcoholic beverages) termasuk khamar. Sayangnya, banyak orang mengasosiasikan minuman keras ini dengan alkohol saja sehingga yang diharamkan berkembang menjadi alkohol (etanol), padahal tidak ada yang sanggup meminum etanol dalam bentuk murni karena akan menyebabkan kematian.

Etanol memang merupakan komponen kimia yang terbesar (setelah air) yang terdapat pada minuman keras, akan tetapi etanol bukan satu-satunya senyawa kimia yang dapat menyebabkan mabuk, banyak senyawa-senyawa lain yang terdapat pada minuman keras juga bersifat memabukkan jika diminum pada konsentrasi cukup tinggi. Komponen-komponen ini misalnya metanol, propanol, butanol (Etievant, 1991). Secara umum, golongan alkohol bersifat narkosis (memabukkan), demikian juga komponen-komponen lain yang terdapat pada minuman keras seperti aseton, beberapa ester dll (Bretherick, 1986).

Secara umum, senyawa-senyawa organik mikromolekul dalam bentuk murninya kebanyakan adalah racun. Sebagai contoh, asetaldehida terdapat pada jus orange walaupun dalam jumlah kecil (3-7 ppm) (Shaw, 1991). Jika kita lihat sifatnya (dalam bentuk murninya), asetaldehida juga bersifat narkosis, walaupun hanya menghirup uapnya (Bretherick, 1986). Oleh karena itu, kita tidak dapat menentukan keharaman minuman hanya dari alkoholnya saja, akan tetapi harus dilihat secara keseluruhan, yaitu apabila keseluruhannya bersifat memabukkan maka termasuk kedalam kelompok khamar. Apabila sudah termasuk kedalam kelompok khamar maka sedikit atau banyaknya tetap haram, tidak perlu lagi dilihat berapa kadar alkoholnya.

Apabila yang diharamkan adalah etanolnya, maka dampaknya akan sangat luas sekali karena banyak sekali makanan dan minuman yang mengandung alkohol, baik terdapat secara alami (sudah terdapat sejak bahan pangan tersebut baru dipanen dari pohon) seperti pada buah-buahan, atau terbentuk selama pengolahan seperti kecap. Akan tetapi kita mengetahui bahwa buah-buahan segar dan kecap tidak menyebabkan mabuk. Disamping itu, apabila alkohol diharamkan maka ketentuan ini akan bertentangan dengan penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah saw tentang jus buah-buahan dan pemeramannya seperti tercantum dalam hadis-hadis berikut:

1. Minumlah itu (juice) selagi ia belum keras. Sahabat-sahabat bertanya: Berapa lama ia menjadi keras? Ia menjadi keras dalam tiga hari, jawab Nabi. (Hadis Ahmad diriwayatkan dari Abdullah bin Umar).

2. Bahwa Ibnu Abbas pernah membuat juice untuk Nabi saw. Nabi meminumnya pada hari itu, besok dan lusanya hingga sore hari ketiga. Setelah itu Nabi menyuruh khadam menumpahkan atau memusnahkannya. (Hadis Muslim berasal dari Abdullah bin Abbas).

3. Buatlah minuman anggur!. Tetapi ingat, setiap yang memabukkan adalah haram (Hadis tercantum dalam kitab Fiqih Sunah tulisan Sayid Sabiq, 1987).

Pemeraman juice pada suhu ruang dan udara terbuka sampai dua hari jelas secara ilmiah dapat dibuktikan akan mengakibatkan pembentukan etanol, tetapi memang belum sampai pada kadar yang memabukkan, hal ini juga dapat terlihat pada pembuatan tape. Sebelum diperam pun juice sudah mengandung alkohol, juice jeruk segar misalnya dapat mengandung alkohol sebanyak 0.15%. Dari pembahasan tersebut diatas jelaslah bahwa pendapat yang mengatakan diharamkannya alkohol lemah, bahkan bertentangan dengan hadis Rasulullah saw. Apabila alkohol diharamkan, maka seharusnya alkohol tidak boleh digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran, campuran obat, pelarut (pewarna, flavor, parfum, obat, dll), bahkan etanol harus enyah dari laboratorium-laboratorium. Jelas hal ini akan sangat menyulitkan. Disamping itu ingatlah firman Allah dalam surat Al-Maiadah ayat 87: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang Allah telah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Ada pula yang berpendapat bahwa etanol itu haram, akan tetapi etanol dapat digunakan dalam pengolahan pangan asalkan pada produk akhir tidak terdeteksi lagi adanya etanol. Pendapat ini lemah karena dua hal; pertama, berdasarkan hukum fiqih, apabila suatu makanan atau minuman tercampur dengan bahan yang haram maka menjadi haramlah ia (Ada pula yang berpendapat bahwa hal ini dibolehkan sepanjang tidak merubah sifat-sifat makanan atau minuman tersebut. Pendapat ini hasil qias terhadap kesucian air yang tercampuri bahan yang najis, sepanjang tidak merubah sifat-sifat air maka masih tetap suci. Penulis tidak sependapat dengan pandangan ini karena masalah kehalalan makanan dan minuman tidak bisa disamakan dengan masalah kesucian air, keduanya merupakan dua hal yang berbeda). Kedua, secara teori tidak mungkin dapat menghilangkan suatu bahan sampai 100 persen apabila bahan tersebut tercampur ke dalam bahan lain, dengan kata lain apabila etanol terdapat pada bahan awalnya, maka setelah pengolahan juga masih akan terdapat pada produk akhir, walaupun dengan kadar yang bervariasi tergantung pada jumlah awal etanol dan kondisi pengolahan yang dilakukan. Hal ini dapat dibuktikan di laboratorium.

Walaupun bukan etanol yang diharamkan tetapi minuman beralkohol, akan tetapi penggunaan etanol untuk pembuatan bahan pangan harus dibatasi, untuk menghindari penyalahgunaan dan menghindari perubahan sifat bahan pangan dari tidak memabukkan menjadi memabukkan. Etanol dapat digunakan dalam proses ekstraksi, pencucian atau pelarutan, akan tetapi sisa etanol pada produk akhir harus dihilangkan sedapat mungkin, sehingga hanya tersisa sangat sedikit sekali. Etanol tidak boleh digunakan sebagai solven akhir suatu bahan, misal digunakan sebagai pelarut bahan flavor dan pewarna.

Batasan khamar ini nampaknya tidak terbatas pada minuman saja mengingat ada hadis yang mengatakan setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram (Hadis Muslim); Semua yang mengacaukan akal dan semua yang memabukkan adalah haram (Hadis Abu Daud). Dengan demikian segala hal yang mengacaukan akal dan memabukkan seperti berbagai jenis bahan narkotika termasuk ecstasy adalah haram.

Disamping makanan dan minuman yang diharamkan seperti telah dijelaskan diatas, ada beberapa kaidah fiqih yang sering digunakan dalam menentukan halal haramnya bahan pangan. Kaidah tersebut diantaranya adalah:

a. Semua yang bersifat najis haram untuk dimakan.
b. Manakala bercampur antara yang halal dengan yang haram, maka dimenangkan yang haram.
c. Apabila banyaknya bersifat memabukkan maka sedikitnya juga haram.

Daftar Pustaka

Bretherick, L (ed.). 1986. Hazards in the Chemical Laboratory. Fourth edition. The Royal Society of Chemistry, London.

Etievant, P. X. 1991. Wine. Didalam: Volatile Compounds in Foods and Beverages, ed. H. Maarse. Marcel Dekker, New York.

Haidar, A. 1995. Hukum minuman bir. Didalam: Probl
ematika Hukum Islam Kontemporer, ed. C. Yanggo dan H. Anshary. Pustaka Firdaus, Jakarta.

Hamka. 1982. Tafsir Al Azhar. Pustaka Panjimas, Jakarta.

Hassan, A. 1975. Tarjamah Bulughul Maram. C.V. Diponegoro, Bandung.

Hassan, A. 1985. Soal-Jawab Tentang Berbagai Masalah Agama. C.V. Diponegoro, Bandung.

Qardhawi, Y. 2000. Halal dan Haram dalam Islam (terjemahan). Robbani Press, jakarta.

Sabiq, S. 1987. Fikih Sunnah. Alih bahasa M. Syaf. Al-Ma'arif, Bandung.

Shaw, P. E. 1991. Fruits II. Didalam: Volatile Compounds in Foods and Beverages, ed. H. Maarse. Marcel Dekker, New York.

Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-Quran. 1971. Al-Quran dan Terjemahnya.

Landasan hukum syariat kehalalan makanan dan minuman (bagian kedua)


Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Dr. Ir. Anton Apriyantono
Halal Watch

Dirilis tanggal 9 Desember 2011

2. Makanan danMinuman yang Diharamkan

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya (Al-Maaidah: 88).
Ayat tersebut diatas jelas-jelas telah menyuruh kita hanya memakan makanan yang halal dan baik saja, dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yang dapat diartikan halal dari segi syariah dan baik dari segi kesehatan, gizi, estetika dan lainnya.
Sesuai dengan kaidah ushul fiqih, segala sesuatu yang Allah tidak melarangnya berarti halal. Dengan demikian semua makanan dan minuman diluar yang diharamkan adalah halal. Oleh karena itu, sebenarnya sangatlah sedikit makanan dan minuman yang diharamkan tersebut. Walaupun demikian, pada zaman dimana teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, maka permasalahan makanan dan minuman halal menjadi relatif kompleks, apalagi yang menyangkut produk-produk bioteknologi.

Makanan yang Diharamkan

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang (Al-Baqarah:173).
Dari ayat diatas jelaslah bahwa makanan yang diharamkan pada pokoknya ada empat:

1. Bangkai: yang termasuk kedalam kategori bangkai ialah hewan yang mati dengan tidak disembelih, termasuk kedalamnya hewan yang matinya tercekik, dipukul, jatuh, ditanduk dan diterkam oleh hewan buas, kecuali yang sempat kita menyembelihnya (Al-Maaidah:3). Bangkai yang boleh dimakan berdasarkan hadis yaitu bangkai ikan dan belalang (Hamka, 1982).

2. Darah, sering pula diistilahkan dengan darah yang mengalir (Al-An'aam:145), yang dimaksud adalah segala macam darah termasuk yang keluar pada waktu penyembelihan (mengalir), sedangkan darah yang tersisa setelah penyembelihan yang ada pada daging setelah dibersihkan dibolehkan (Sabiq, 1987). Dua macam darah yang dibolehkan yaitu jantung dan limpa, kebolehannya didasarkan pada hadis (Hamka, 1982).

3. Daging babi. Kebanyakan ulama sepakat menyatakan bahwa semua bagian babi yang dapat dimakan haram, sehingga baik dagingnya, lemaknya, tulangnya, termasuk produk-produk yang mengandung bahan tersebut, termasuk semua bahan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai salah satu bahan bakunya. Hal ini misalnya tersirat dalam Keputusan Fatwa MUI bulan September 1994 tentang keharaman memanfaatkan babi dan seluruh unsur-unsurnya (Majelis Ulama Indonesia, 2000).

4. Binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah. Menurut Hamka (1984), ini berarti juga binatang yang disembelih untuk yang selain Allah (penulis mengartikan diantaranya semua makanan dan minuman yang ditujukan untuk sesajian). Tentu saja semua bagian bahan yang dapat dimakan dan produk turunan dari bahan ini juga haram untuk dijadikan bahan pangan seperti berlaku pada bangkai dan babi.

Masalah pembacaan basmalah pada waktu pemotongan hewan adalah masalah khilafiyah (Hamka, 1982), ada yang mengharuskan membacanya, ada yang hanya menyunahkan saja (Hassan, 1985). Yang mengharuskan membacanya berpegang pada surat Al-An'aam ayat 121: dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan…. Bagi mereka yang menyunahkan membacanya berpegang pada hadis-hadis, diantaranya hadis yang dirawikan oleh Bukhari, An-Nasa-i dan Ibnu Majah dari hadis Aisyah bahwa suatu kaum datang kepada kami membawakan kami daging, tetapi kami tidak tahu apakah disebut nama Allah atasnya atau tidak. Maka menjawab Rasulullah saw: "Kamu sendiri membaca bismillah atasnya, lalu makanlah!" Berkata yang merawikan: "Mereka itu masih dekat kepada zaman kufur." (Artinya baru masuk Islam) (Hamka, 1982).

Ada satu masalah lagi yang masih menjadi khilafiyah yaitu sembelihan ahli kitab, ada yang membolehkan (Hamka, 1982; Qardlawi, 1976) yang didasarkan diantaranya firman Allah dalam surat Al-Maaidah ayat 5: … dan makanan orang-orang yang diberi AlKitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka…. Kebolehan memakan hewan ternak (selain babi) hasil sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ini sepanjang cara penyembelihannya sesuai dengan cara penyembelihan secara islami (menggunakan pisau yang tajam, memotong urat lehernya dan hewan mengeluarkan darahnya pada waktu disembelih yang berarti hewan belum mati pada waktu disembelih walaupun dipingsankan dulu sebelumnya) (Hamka, 1982). Yang mengharamkan sembelihan ahli kitab didasarkan pada ayat 121 surat Al-An'aam seperti dituliskan diatas, dimana mereka menyembelih tidak atas nama Allah.

Disamping keempat kelompok makanan yang diharamkan tersebut diatas, terdapat pula kelompok makanan yang diharamkan karena sifatnya yang buruk seperti dijelaskan dalam surat Al-A`raaf:157 .....dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk...... Apa-apa saja yang buruk tersebut agaknya dicontohkan oleh Rasulullah dalam beberapa hadis, diantaranya hadis Ibnu Abbas yang dirawikan oleh Imam Ahmad dan Muslim dan Ash Habussunan: Telah melarang Rasulullah saw memakan tiap-tiap binatang buas yang bersaing (bertaring, penulis), dan tiap-tiap yang mempunyai kuku pencengkraman dari burung. Sebuah hadis lagi sebagai contoh, dari Abu Tsa`labah: Tiap-tiap yang bersaing dari binatang buas, maka memakannya adalah haram (perawi hadis sama dengan hadis sebelumnya).

Hewan-hewan lain yang haram dimakan berdasarkan keterangan pada hadis-hadis ialah himar kampung, bighal, burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus, anjing, anjing gila, semut, lebah, burung hud-hud, burung shard (Sabiq, 1987). Selain itu, ada lagi binatang yang tidak boleh dimakan yaitu yang disebut jallalah. Jallalah adalah binatang yang memakan kotoran, baik ia unta, sapi, kambing, ayam, angsa, dll sehingga baunya berubah. Jika binatang itu dijauhkan dari kotoran (tinja) dalam waktu lama dan diberi makanan yang suci, maka dagingnya menjadi baik sehingga julukan jallalah hilang, kemudian dagingnya halal (Sabiq, 1987).

Ada pula Imam yang tidak mengkategorikan makanan-makanan haram yang dijelaskan dalam hadis sebagai makanan haram, tetapi hanya makruh saja. Pendapat ini dipegang oleh penganut mazhab Maliki (Hamka, 1982; Hassan, 1985; Sabiq 1987). Akan tetapi, dengan menggunakan common sense saja agaknya sudah dapat dirasakan penolakan untuk memakan binatang-binatang seperti binatang buas: singa, anjing, ular, burung elang, dsb. Oleh karena itu, kelihatannya pendapat Mazhab Syafi`i lah yang lebih kuat yang mengharamkan makanan yang telah disebutkan diatas.

Ada pula pendapat yang mengatakan hewan yang hidup di dua air haram, yang menurut mereka didasarkan pada hadis. Sayangnya, sampai saat ini penulis hanya dapat menemukan pernyataan keharaman makanan tersebut di buku-buku fiqih tanpa dapat berhasil menemukan sumber hadisnya yang jelas selain dari satu hadis yang terdapat dalam kitab Bulughul Maram (Hassan, 1975): Dari `Abdurrahman bin `Utsman Al-Qurasyis-yi bahwasanya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah saw tentang kodok yang ia campurkan didalam satu obat, maka Rasulullah larang membunuhnya (Diriwayatkan oleh Ahmad dan disahkan oleh Hakim dan diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dan Nasa`i). Dari hadis tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa larangan membunuh kodok sama dengan larangan memakannya. Akan tetapi larangan terhadap binatang lainnya yang hidup di dua air seperti kodok tentulah tidak secara tegas dinyatakan dalam hadis tersebut, mungkin itu hanya hasil qias saja. Jadi seharusnya yang diharamkan hanya kodok saja, sedangkan hewan yang hidup di dua alam lainnya tidak diharamkan, kecuali ada hadis yang menyatakan dengan jelas keharaman hewan-hewan tersebut.

Landasan hukum syariat kehalalan makanan dan minuman (bagian pertama)


Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com


Dr. Ir. Anton Apriyantono

Halal Watch

Dirilis tanggal 8 Desember 2011

1. Prinsip-Prinsip Halal dan Haram

Dalam bukunya yang berjudul Halal dan Haram, Yusuf Qardhawi menjelaskan beberapa prinsip-prinsip Islam tentang halal dan haram yang perlu kita ketahui bersama. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut.

a. Segala sesuatu pada asalnya mubah. Asal segala sesuatu adalah halal dan mubah, dan tidak ada yang haram kecuali apa yang disebutkan oleh nash yang shahih dan tegas dari Pembuat Syari'at yang mengharamkannya. Apabila tidak terdapat nash yang shahih, seperti sebagian hadis yang dha'if, atau tidak tegas penunjukkannya kepada yang haram, maka tetaplah sesuatu itu pada hukum asalnya, yaitu mubah. Salah satu dasar yang mendukung prinsip ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Bazzar dimana Rasulullah saw bersabda: "Apa yang dihalalkan Allah didalam kitab-Nya adalah halal, dan apa yang diharamkan-Nya adalah haram; sedang apa yang didiamkan-Nya adalah dimaafkan (diperkenankan). Oleh karena itu terimalah perkenan dari Allah itu, karena sesungguhnya Allah tidak akan pernah lupa sama sekali."

b. Menghalalkan dan mengharamkan adalah hak Allah semata. Hanya Allah yang berhak menetapkan mana yang halal mana yang haram sedangkan peran ulama adalah sebatas merumuskan dan menjabarkan lebih lanjut apa-apa yang dihalalkan atau diharamkan Allah. Didalam Al Qur'an secara jelas Allah menetapkan hal ini. "Katakanlah:Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Katakanlah: Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?" (Yunus: 59). Didalam ayat lain Allah juga berfirman: "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: `Ini halal dan ini haram', untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung." (An-Nahl: 116).

c. Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram sama dengan syirik. Dasar yang digunakan adalah firman Allah didalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim: "Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dengan sikap yang lurus. Lalu datanglah syetan kepada mereka, lantas membelokkan mereka dari agama mereka, dan mengharamkan atas mereka apa yang telah Kuhalalkan buat mereka, serta menyuruh mereka mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang Aku tidak menurunkan keterangan padanya."

d. Mengharamkan yang halal akan mengakibatkan timbulnya keburukan dan bahaya. Sesuatu yang semata-mata menimbulkan bahaya adalah haram. Sesuatu yang menimbulkan manfaat adalah halal. Sesuatu yang bahayanya lebih besar daripada manfaatnya adalah haram. Sesuatu yang manfaatnya lebih besar adalah halal.

e. Yang halal tidak memerlukan yang haram. Islam tidak mengharamkan sesuatu atas mereka kecuali digantinya dengan yang lebih baik dan mengatasi kebutuhannya. Islam mengharamkan mereka melakukan riba, dan menggantinya dengan perniagaan yang menguntungkan.

f. Apa yang membawa kepada yang haram adalah haram. Islam mengharamkan segala sesuatu yang dapat menjadi perantara dan membawa kepada yang haram. Islam mengharamkan zina, maka segala hal yang dapat menghantarkan kepada perzinaan seperti berpakaian yang tidak menutup aurat, berkhalwat, pergaulan bebas, pronografi, dll juga diharamkan. Itulah sebabnya maka para fuqaha menetapkan prinsip "Apa saja yang membawa kepada yang haram, maka ia adalah haram." Dalam kaitan ini Islam juga menetapkan bahwa dosa perbuatan haram tidak terbatas pada pelakunya saja, tapi semua orang yang turut andil didalamnya, baik dengan tenaga, materi maupun moral. Dalam masalah khamar misalnya, Rasulullah saw melaknat peminumnya, pemerahnya, penghidangnya, yang diberi hidangan, yang memakan hasil usaha khamar, dll.

g. Bersiasat terhadap hal yang haram adalah haram. Sebagaimana halnya Islam mengharamkan segala sesuatu yang membawa kepada yang haram berupa sarana-sarana yang tampak, maka ia juga mengharamkan bersiasat untuk melakukannya dengan sarana-sarana yang tersembunyi dan siasat syetan.

h. Niat yang baik tidak dapat menghalalkan yang haram. Sesuatu yang haram tetap saja haram walaupun dalam mencapai yang haram tersebut dikandung niat yang baik, tujuan yang mulia dan sasaran yang dianggap tepat. Islam tidak ridha menjadikan yang haram sebagai jalan untuk mencapai tujuan yang terpuji, sebagai contoh Islam tidak memperkenankan keuntungan penjualan khamar untuk pembangunan masjid. Tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang benar.

i. Menjauhkan diri dari syubhat karena takut terjatuh dalam haram. "Yang halal itu sudah jelas dan yang haram itu juga sudah jelas. Akan tetapi diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang belum jelas (syubhat), yang tidak dimengerti oleh banyak orang, apakah dia itu halal ataukah haram? Barangsiapa yang menjauhinya karena hendak membersihkan agama dan kehormatannya, maka dia akan selamat; dan barangsiapa yang melakukan sesuatu darinya hampir-hampir ia terjatuh kedalam yang haram, sebagaimana orang yang menggembala kambing disekitar daerah larangan, dia hampir-hampir akan jatuh kepadanya. Ingatlah, bahwa setiap raja mempunyai daerah larangan. Ingatlah, bahwa daerah larangan Allah ialah semua yang diharamkan." (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lainnya dari An-Nu'man bin Basyir. Lafal ini adalah riwayat Tirmidzi).

j. Sesuatu yang haram berlaku untuk semua orang. Dalam mengharamkan sesuatu Islam tidak pandang bulu, tidak ada keringanan bagi sebagian orang kecuali dalam keadaan darurat. Tidak ada keringanan terhadap misalnya, keturunan nabi atau raja atau orang yang dianggap alim.

k. Keadaan yang terpaksa membolehkan yang terlarang. Didalam surat Al-Baqarah ayat 173 Allah berfirman: "Barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah maka pengampun lagi maha penyayang."

Bahan Pembuat Produk Bakery dan Kue (Bagian 1)

Diambil dari milis halal-baik-enak@yahoogroups.com
Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com

Dr. Ir. Anton Apriyantono
Halal Watch


            Produk bakery adalah produk makanan yang bahan utamanya adalah tepung (kebanyakan tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan.  Kue sendiri ada yang dibuat melalui proses pemanggangan, ada yang tidak. Produk bakery contohnya adalah roti, biskuit, pie, pastry, dll.  Dalam kehidupan sehari-hari produk bakery dan kue banyak sekali kita temui dan konsumsi.  Sebagian produk ini dikemas dan informasi mengenai daftar ingredien yang digunakan dalam pembuatannya dicantumkan dalam kemasan, selain itu status kehalalannya juga bisa kita baca di kemasan yaitu adanya label atau logo halal pada produk produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran BPOM MD (produk dalam negeri) atau BPOM ML (produk luar negeri).  Adanya label halal tentu akan memudahkan kita untuk memilih mana produk yang telah dijamin kehalalannya oleh yang berwenang.  Akan tetapi, banyak juga produk bakery dan kue yang tidak dikemas sehingga informasi mengenai status kehalalan dan ingredien yang digunakannya tidak diketahui.  Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahan bahan apa saja yang biasa digunakan dalam pembuatan kedua produk tersebut, lalu bagaimana status kehalalannya.  Pengetahuan ini akan kita gunakan untuk menilai produk produk bakery dan kue yang akan kita produksi atau konsumsi, jangan sampai kita memrpoduksi atau mengkonsumsi produk yang kehalalannya diragukan atau bahkan haram.

Scott's Emulsion Halal?

Recently I made a contact to GSK, producer of Scott's Emulsion by twitter. I ask whether Scott emulsion has been certified halal or not. Not long after that, on December 21 I received mention from GSK confirmed to me that Scott Emulsion which produce in Malaysia is already has Halal certification.



I'm so relieved to know that Scott Emulsion actually already has certified halal by Malaysia. Below I give my conversation between me and GSK from twitter.

But what about product that has been produced in Indonesia, is it halal too? Big question and need answer very soon.