Join The Community

Search

Ayam Bakar KPK Jatiasih

Pulang abis belanja dari Giant sama Shazia ternyata bikin perut jadi laper. Mau makan di foodcourt-nya ternyata sudah mau tutup semua, jadi makanlah diluar. Shazia lagi kepengen makan ayam, kebetulan di Jl.Wibawa Mukti ada tempat ayam bakar yang sering dilewatin tapi belum pernah makan disitu. Namanya ayam bakar madu KPK. Ya udah, akhirnya langsung menuju TKP bareng Shazia. Kalau dari exit tol Jatiasih, arahnya yang ke perumahan Villa Nusa Indah, lokasi di sebelah kiri jalan setelah pom bensin.

Ayam Bakar KPK

Berhubung kesininya sudah cukup malam, jadinya yang tersisa hanya ayam utuh per ekor, bukan ayam potongan dada atau paha. Padahal kepengennya cobain dulu yang kecil, enak apa nggak. Ya udah, karena udah laper dan kepengen nyobain rasa ayam bakar madunya, akhirnya pesan 1 ekor ayam bakar madu, tapi dibagi dua. Setengahnya dibungkus untuk dibawa pulang, setengahnya dimakan ditempat. Tidak perlu menunggu terlalu lama, karena memang tinggal kami berdua yang pesan akhirnya begitu pesan langsung dibakar ayamnya.

Ayam Bakar KPK

Ayam Bakar KPK

Seperti namanya, ayam bakar madu…dibakarnya memang menggunakan madu. Karena menggunakan madu, rasa manis dan lengket di ayamnya sangat terasa. Tapi hanya terasa di luarnya saja, sedangkan di dalamnya di dagingnya tidak begitu terasa manis. Madu yang digunakan juga membuat ayam bakar terlihat licin dan mengkilap, rasanya manis seperti caramel dan bentuknya seperti dipanggang dengan menggunakan saus teriyaki, memberikan efek daging bakaran yang manis dan mengkilap. Ayam bakar disajikan dengan nasih putih dan lalapan dan tidak ketinggalan dengan sambel. Sambelnya ada dua macam, sambel merah dan sambel ijo. Kalo sambel ijo, isinya cabe ijo ditambah minyak kelapa dan garam, jadi rasanya pedas gurih dan asin. Sambel merahnya dari cabe merah dan terasi, rasanya seperti sambel terasi. Cuma sambel di ayam bakar KPK rasanya sangat pedas sekali. Bagi yang punya masalah dengan pedas, sebaiknya jangan coba sambelnya, bisa bikin sakit perut dan pedas rawitnya sangat terasa.

Ayam Bakar KPK


Dari segi tempat cukup terasa nyaman, ditata sedemikian rupa menjadi asri dan teduh. Soal harga juga masih cukup wajar, satu ekor ayam bakar madu harganya Rp33000 belum termasuk dengan nasi dan minum. Kalau soal rasa, menurut saya ayam bakar Ganthari Blok M masih lebih enak dibanding KPK. Mungkin karena ayam yang saya pesan ayam utuh satu ekor, bumbunya jadi kurang terasa meresap kedalam dagingnya seperti ayam bakar Ganthari Blok M. Mungkin nanti lain kali saya bisa mencoba ayam bakar potongannya, mungkin rasanya lebih meresap sampai kedalam dagingnya.

Shazia Mandi Bola

Mandi Bola


Hari Minggu berdua saja sama Shazia jalan-jalan ke factory outlet yang baru dibuka di perempatan Kranggan Cibubur. Disini di lantai atasnya ada arena bermain anak. Tempatnya cukup luas dan mainan anak-anaknya lebih bervariasi dan banyak. Salah satu tempat yang menjadi favorit Shazia adalah arena istana bermain.

Disini anak-anak bisa menikmati beberapa area bermain yang dibagi menjadi beberapa zona. Ada zona bermain sepeda, bermain ayunan, dan mandi bola. Zona mandi bola adalah favoritnya Shazia :) tapi untuk masuk ke zona mandi bola harus melalui rintangan yang ada di istana bermain. Tidak bisa langsung menuju bermain bola,  harus memanjat naik dan melalui jembatan dan akhirnya meluncur melalui perosotan.

Akhirnya Shazia sampai juga di zona mandi bola. Berhubung tempatnya masih baru, yang bermain cuma sedikit dan sepi, bola-bolanya juga masih bersih, jadi tidak perlu khawatir dengan kebersihan disini. Shazia bisa bermain mandi bola sepuasnya sendirian.


Mandi Bola

Mandi Bola

Mandi Bola

Mandi Bola

Mandi Bola

Mandi Bola

Nutella Halal

Kenal Nutella dari 9gag.com akhirnya pas belanja di Superindo Plaza Cibubur kebetulan disalah satu counter roti dan selai ada produk Nutella ini. Coba-coba akhirnya beli satu, penasaran kepengen cobain kayak apa rasanya. Di 9gag.com selai coklat ini konon katanya adalah makanan yang paling enak, banyak cara penyajian yang gokil dari selai coklat ini tampil di post 9gag.com. Tapi bagaimana dengan status halalnya? Apakah selai coklat ini aman dikonsumsi umat Islam?

Nutella

Dari kemasannya, ternyata selai coklat ini masih 100% produk import dan belum diproduksi di Indonesia. Dilihat dari Negara pembuatnya, Nutella ini dibuat di Australia. Putar-putar kemasan botol Nutella akhirnya ketemu juga logo halal. Logo halal yang dilkeluarkan oleh lembaga sertifikasi halal Australia. Penasaran akhirnya coba cross check ke website MUI, apakah lembaga sertifikasi halal Australia tersebut merupakan lembaga yang telah diakui oleh LPOM MUI. Ternyata logonya agak sedikit berbeda seperti pada gambar dibawah. Entah apakah logo halal ini dikeluarkan oleh lembaga yang sama ataukah berbeda. Tapi bagi saya ini sudah cukup, begitu juga dengan bahan-bahan pembuatnya meskipun ketika saya lihat ada bahan emulsifier, salah satu bahan yang banyak titik kritis halalnya, tapi di botolnya disebutkan kalau emulsifiernya menggunakan lecithin dari kedelai, bukan dari enzyme babi.

Nutella Halal

Australia Halal Body

Selanjutnya ke bagian icip-icip. Begitu dibuka, tercium aroma coklat yang tidak begitu menusuk. Teksturnya sangat lengket tapi agak padat, bentuknya mirip dengan choki-choki. Dan ternyata rasanya juga tidak jauh berbeda dengan choki-choki. Rasanya legit dan gurih, mungkin karena pengaruh kacang hazelnut-nya, jika dioles di roti rasanya seperti selai kacang dengan rasa coklat yang kental. Enak dan gurih, rasanya seperti coklat silverqueen yang dilumerkan dan dioles di roti.

Busway Pinang Ranti Harmoni

Coba-coba ke kantor naik busway, mau tau aja bedanya kalau naik kereta beda berapa lama. Memang kalau dari ongkos lebih murah naik busway ketimbang naik commuter line. Kalau naik busway Cuma bayar Rp3.500 kalau naik kereta commuter line bayar Rp6000, tapi kalau naik kereta ekonomi bisa lebih murah ketimbang busway. Tapi itu tidak apple to apple, karena kereta ekonomi tidak ada AC-nya, jadi memang beda kelasnya. Biasanya kalau naik kereta commuter line  ke kebon sirih ongkosnya Rp6000 plus ongkos parkir motor Rp4000. Kalau naik busway cukup bayar Rp3.500 plus ongkos parkir motor Rp3000. Jadi memang lebih murah naik busway ketimbang kereta.

Dari segi ongkos memang lebih ringan, tapi bagaimana dari segi waktu dan kemudahan. Kalau dari segi waktu kereta memang lebih cepat ketimbang busway, dari kemudahannya menurut saya sama saja. Nah karena lebih murah naik busway ke kantor, akhirnya saya cobain naik busway Pinang Ranti Harmoni. Naik busway-nya dari terminal Pinang Ranti Jakarta Timur, tempatnya persis di depan asrama haji Pondok Gede. Ternyata kalau naik busway ke Kebon Sirih, kita musti berganti bis atau transit karena beda koridor. Jadi pertama naik busway koridor 9 rute Pinang Ranti – Pluit terus turun di halte BNN. Dari halte BNN pindah bis dengan tujuan Harmoni.

Tidak perlu menunggu terlalu lama, biasanya busway tujuan Harmoni kosong, jadi bisa dapat tempat duduk. Rute busway-nya melalui jalan Otista dan Matraman Raya sampai Senen, Gambir, hingga ke Harmoni. Nanti kalau sudah sampai Harmoni, turun lagi dan ganti bis yang ke arah Pulogadung. Bis nya juga tidak perlu menunggu terlalu lama, dan kadang dapat yang kosong. Setelah naik busway tujuan Pulogadung, selanjutnya turun di halte Gambir. Dari sini selanjutnya berjalan kaki ke arah kedutaaan Amerika. Disamping kedutaan atau dibawah kolong rel kereta ada jalan yang sekarang ditutup oleh kedutaan Amerika (jalan nenek moyang-nya) yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja.

Akhirnya sampai kantor deh…lumayan juga, dari terminal busway Pinang Ranti naik bis jam 9:47 dan sampai kantor jam 10:15. Lebih murah Cuma agak lebih repot sedikit karena harus berganti bis.

Akhirnya Punya Access Door Sendiri

Alhamdulillah akhirnya dapet access door juga, bukan dapet sih…lebih tepatnya dipinjemin. Pinjem dari teman kerja yang kebetulan saya sedang gantikan posisinya disini karena kebetulan sedang ada project di tempat lain. Sementara projectnya dia belum selesai, maka saya menggantikan tugasnya disini. Gak terasa sudah hampir 4 bulan sejak ditempatkan di Kebon Sirih, kalau dulu sebelum punya access door masih harus tukar KTP di security lantai bawah. Agak menyebalkan juga karena sebenarnya saya bukan tamu di gedung ini melainkan karyawan sementara. Karena seringnya tukar KTP sampai-sampai security bawah paham kalau saya ini bukan visitor, jadi malah tambah gak sendiri…karena setiap kali datang selalu dibukakan pintu oleh security tanpa harus menukar KTP. Kalau sudah begini saya serasa seperti gambar dibawah ini J


9gag

Nah sekarang udah punya access door sendiri, jadi kalau mau masuk ruangan gak perlu nungguin barengan yang mau masuk atau keluar. Sholat juga bisa lebih tepat waktu dan mudah-mudahan bisa ngejar sholat jama’ah di mesjid MNC. Pulang juga bisa on time karena gak perlu nungguin orang yang mau keluar ruangan begitu juga kalau mau ambil air di pantry, gak perlu pinjem access door team lain J

Hah leganya udah dapet access door sendiri J

Makanan Khas India Kaju Katli

Hari ini teman yang berasal India habis pulang mudik membawakan oleh-oleh Kaju Katli. Makanan ini adalah semacam makanan manis khas India yang dibuat dari kacang mete, gula, mentega, dan semacam rempah khas India. Dibentuk seperti wajik dan disajikan dalam bentuk bunga. Ada semacam kertas perak yang memang terbuat dari lembaran perak, ya benar-benar dari perak, agak kaget juga pertama makannya. Saya kira hanya kertas aluminium foil yang masih menempel, ternyata itu adalah kertas dari logam perak yang bisa dan aman dimakan.

Kaju Katli

Awalnya saya ragu juga makan kue ini, karena kalau dari box nya tidak ada logo halalnya. Akhirnya setelah di ceritakan teman India saya kalau Kaju Katli itu aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung unsur yang terbuat dari Babi dan zat-zat lainnya yang diharamkan oleh Islam. Kaju Katli yang dibawanya ini sebenarnya untuk vegetarian seperti teman saya, jadi menurut dia aman untuk dikonsumsi. Saya cari bahan-bahannya dan cara pembuatannya dan sayapun berkesimpulan bahwa makanan ini insya Allah halal.

Makanan khas india kaju katli

Coba makan satu kue yang berbentuk wajik ini, rasanya agak aneh, tidak terlalu manis pada awalnya. Menurut teman saya Kaju Katli yang dia bawa ini dia pilih dengan rasa yang kurang manis, jadi rasa Kaju Katli asli yang sebenarnya sangat manis seperti permen. Tapi kalau sudah makan 2 sampai 3 barulah terasa manisnya, lama kelamaan jadi terasa manis sekali. Rasanya cukup lembut dan manis, membuat ketagihan.

Laptop Acer 4520


Laptop Acer 4520 adalah laptop pertama yang saya punya. Beli pas hari terakhir pameran IndoComtech di balai sidang Jakarta. Dengan harga 6jutaan sudah bisa membawa pulang laptop ini plus bonus printer canon. Laptop ini adalah laptop paling laris saat itu, yang beli saja sampai ngantri kayak antri sembako. Terus apa yang membuat orang bisa sampai antri untuk beli laptop ini?

Laptop Acer 4520 dilengkapi dengan processor AMD Turion X2, processor dual core yang paling murah di kelasnya. Selain karena harganya yang murah, kinerja yang memble dan cepet panas menjadi kekurangan dari processor ini dibandingkan dengan pesaingnya. Terus kenapa orang masih membeli laptop ini? Karena memang laptop ini adalah value laptop. Harga dan kinerja dihasilkan laptop ini sepadan, harga tidak terlalu mahal dengan kinerja yang juda tidak terlalu mengecewakan. Makanya pada waktu antri beli laptop ini banyak ibu-ibu dan mahasiswa. Kok ibu-ibu? Karena ibu-ibu ini membeli laptop untuk anaknya masuk kuliah, begitu informasi yang saya dapat. Kemudian laptop ini juga dilengkapi grafis yang lumayan walaupun termasuk low entry yaitu menggunakan grafis besutan dari Nvidia, lumayan kencang buat main game ketimbang onboard grafis buatan Intel.

Satu lagi yang menarik perhatian dari laptop ini adalah bundle printer canon setiap pembelian selama pameran. Jadi pas kan, laptopnya dapet…printernya juga dapet, cocok banget buat anak kampus. Untuk drivernya semua sudah disediakan didalam CD setup didalam kardusnya. Tinggal pasang dan install, semuanya langsung beres, tidak ada masalah hardware yang tidak terdeteksi.

Tapi sayang, laptop Acer 4520 saya ini sekarang sudah mati karena overheat. Karena overheat, titik-titik solder chispset atau processor ada yang menempel tidak sempurna. Akibatnya macam-macam, laptop menjadi terasa lebih lambat, gambar tiba-tiba hilang, sampai laptop tidak bisa dinyalakan sama sekali. Mau service solder ulang chipsetnya masih belum sempat, karena memang sulit dan masih jarang tempat service yang bisa melakukan perbaikan seperti ini. Rencananya mau di service atau dijual lagi laptopnya, bisa dijual laptop secara utuh atau dipecah per komponennya.

Martabak Orins Gondangdia

Martabak Orins kolong rel stasiun Gondangdia ini memang berbeda dari martabak yang lain. Selain karena rasanya, bentuk penyajian martabak manis ini berbeda dengan martabak manis biasanya. Martabak tidak dilipat dua seperti martabak manis kebanyakan, tapi martabak dibiarkan terbuka seperti pizza. Teman-teman di kantor menyebutnya dengan martabak pizza karena memang bentuk martabak manisnya yang seperti pizza.



Dikantor biasanya martabak ini ada jika ada acara-acara khusus seperti ada yang ulang tahun atau ada yang resign. Saya paling suka dengan moment-moment seperti ini karena bisa makan martabak manis Orins sepuasnya. Baru makan 3 potong sudah membuat perut terasa kenyang. Yang membuat rasa martabak ini berbeda dengan martabak lain adalah karena adonan kue martabaknya, teksturnya benar-benar empuk dan lembut, tidak terlalu tebal dan kenyal, rasanya benar-benar pas dan lumer di lidah seperti cake kelas hotel bintang lima.

Beruntung hari ini saya kebagian tugas shift malam sampai jam 11 malam. Karena saya pulang dengan taksi, jadi saya bisa membawa martabak Orins untuk oleh-oleh dirumah. Kalau jam kerja biasa agak susah membawa martabak ini. Karena martabaknya tidak dilipat dua jadi karton pembungkusnya juga besar dan lebar seperti box pizza, bisa dibayangkan susahnya membawa kotak martabak ini di dalam kereta yang berjubelan. Kalau dilipat dua nanti martabaknya jadi belenyek, malah jadi gak enak dimakan, citarasa khasnya sudah hilang. Setelah makan bakmi jawa goreng Minto saya mengambil pesanan martabak manis Orins saya yang sudah saya pesan sebelumnya.

Lokasi warung martabaknya persis di seberang bakmi jawa Minto Gondangdia, di sebelah rumah makan padang samping mesjid Cut Meutiah Menteng. Tepat di kolong rel stasiun Gondangdia. Warungnya agak kecil jadi agak sedikit susah dicari kalau baru pertama kali kesini. Bukanya sampai jam 10 malam dan bisa pesan antar dengan minimal pembelian dua box besar.


Dua box martabak manis kacang coklat keju wijen ukuran medium, sudah siap saya bawa pulang. Satu box ukuran medium dengan rasa kacang coklat keju wijen cukup membayar Rp25.000 harga yang cukup lumayan untuk martabak manis selebar piring makan. Harga yang dibayar sepadan dengan rasanya. Kacang yang digunakan juga sangat legit, mungkin karena dicampur dengan kacang mete. Manis dan legit serta gurih keju dan kacangnya benar-benar terasa di lidah. Kalau saya bilang martabak manis ini bisa menandingi kelezatan dari martabak bandung yang ada di Tamansari Lippo Karawaci. Kalau untuk martabak telornya menurut saya rasanya biasa-biasa saja, masih kalah enak dengan martabak telor AA yang ada di Minangkabau Manggarai.

Bakmi Jawa Goreng Pak Minto Gondangdia

Kali ini saya makan malam lagi di Bakmi Jawa Pak H Minto stasiun Gondangia. Bakmi jawa yang saya pesan adalah bakmi jawa goreng kambing. Kalau kata orang, bakmi jawa yang enak disini adalah bakmi jawa kuah. Karena kuahnya kental dengan bumbu dan berwarna agak kekuningan karena campuran telur yang banyak. Tapi selera saya kurang menyukai yang rebus-rebusan, saya lebih menyukai yang goreng-gorengan, karena itu saya lebih menyukai bakmi jawa gorengnya J


bakmi goreng

 Kali ini saya harus menunggu cukup lama untuk seporsi bakmi jawa goreng kambing. Selepas maghrib saya keluar kantor untuk makan malam. Seperti biasa di warung bakmi jawa Minto Gondangdia sudah dipenuhi banyak orang untuk menikmati kelezatan menu masakan warung bakmi jawa Minto. Saya sendiri hampir tidak kebagian tempat. Untung disalah satu sudut sudah ada pelanggan yang beranjak pergi setelah selesai makan disini. Menunggu cukup lama hingga terdengar adzan isya dari mesjid Cut Meutiah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi sholat isya dulu di mesjid. Akhirnya saya meminta agar bakmi jawa gorengnya dibungkus saja, tidak jadi makan ditempat.

bakmi goreng jawa

Selesai sholat saya kembali lagi dan akhirnya pesanan saya sudah terbungkus rapi. Cukup membayar sekitar Rp13.000 untuk seporsi bakmi jawa goreng kambing. Ya harga yang cukup lumayan untuk seporsi bakmi goreng dengan ekstra waktu menunggu yang lama.  Langsung menuju TKP, udah laper dan ngiler dengan sangat, saya buka bungkusannya dan tercium semerbak aroma bakmi jawa khas warung Pak Minto. Bakmi jawanya tidak terlalu kering juga tidak terlalu basah dengan minyak. Berwarna agak kemerahan karena warna dari gulai tongseng, inilah salah satu cirri khas bakmi jawa disini. Menggunakan kuah gulai tongseng sebagai campuran pembuatannya sehingga berwarna merah dan bercitarasa lebih gurih ketimbang dengan kuah kaldu biasa. Tekstur mie yang besar dan tebal tidak, dan rasa manis yang pas di lidah saya membuat saya ketagihan dengan bakmi jawa ini. Rasanya benar-benar enak dan beda dengan bakmi jawa goreng yang pernah saya nikmati di Bintaro.

Makan sekali di warung bakmi jawa Pak Minto memang bisa bikin ketagihan, besoknya sayapun memesan seporsi bakmi jawa goreng kambing untuk makan malam saya.

Kereta Ekonomi Bogor Terakhir


Jam menunjukan pukul 22:00, saya langsung bergegas pulang dari kantor. Waktu kerja shift malam sudah berakhir, senang sekali karena memang sudah kepengen pulang dari tadi. Buru-buru keluar gedung dan sedikit berlari ke stasiun kereta. Untung lokasi kantor dengan stasiun kereta tidak terlalu jauh, sekitar 100 meter jarak dari kantor ke stasiun kereta Gondangdia. Agak khawatir juga karena kereta terakhir adalah jam 22:00, makanya jadi terburu-buru cepat ingin sampai di stasiun kereta agar masih bisa naik kereta bogor yang terakhir. Kalau sampai ketinggalan kereta terakhir, mau gak mau harus naik angkutan lain seperti taksi.
Berasa capek juga jalan dari kantor sampai ke stasiun Gondangdia dengan berlari kecil. Akhirnya sampai di stasiun gondangdia dan ternyata masih ada satu kereta ekonomi yang terakhir ke bogor. Jam 22:30 akhirnya kereta ekonomi bogor yang terakhir tiba di stasiun, senangnya….

Ternyata jam segini masih banyak juga penumpangnya sampai saya tidak mendapatkan tempat duduk meskipun tidak berdesakan. Setidaknya saya sangat beruntung sekali masih bisa naik kereta ini pulang, setidaknya tidak harus pulang dengan taksi. Naik di rangkaian gerbong kereta pertama, terdengar suara orkes dangdut keliling dari gerbong sebelah. Membuat suasana sepi malam menjadi ramai sepanjang perjalanan.

Ada satu pemandangan yang membuat saya miris dan prihatin ketika di kereta. Setelah kereta berhenti di stasiun cikini, masuk seorang ibu dengan dua anaknya. Anak yang besar membawa kantong plastik hitam besar dan anak yang kecil di dalam gendongan ibunya. Anak yang besar berusia sekitar 4-5 tahunan dan yang kecil di gendongan sekitar 2 tahunan. Malam hampir tengah malam seperti ini masih ada seorang ibu dengan dua anaknya naik kereta, entah akan kemana tujuannya. Ternyata kantong plastik hitam besar yang dibawa anak itu tadi berisi barang dagangan anak dan ibu itu. Jadi anak yang besar itu bertugas menjajakan barang dagangan yang ada di dalam kantong plastik hitam itu. Hanya korek kuping, tissue dan masker yang ditawarkannya kepada penumpang kereta yang rata-rata sedang duduk tertidur. Tampak sang ibu menunggu di gerbong kereta yang sama dengan saya, sementara anak yang besar berjalan menyusuri gerbong sambil menjajakan dagangannya kepada penumpang. Ya itulah salah satu pemandangan di kereta malam yang terakhir yang saya temukan, cukup membuat saya prihatin.

Pukul 11:00 akhirnya kereta tiba di stasiun tanjung barat, dan saya pun turun, tampak peron stasiun sudah sepi. Untungnya parkiran motor ruko tanjung mas raya buka 24 jam, jadi tidak perlu khawatir. Tapi ternyata pintu gerbang belakang komplek tanjung mas raya sudah ditutup, jadi terpaksa saya harus memutar pulang ke rumah melalui jalan nangka. Dan akhirnya sampai juga dirumah, lega sekali rasanya. Tapi pikiran saya masih terngiang dengan anak dan ibu di kereta tadi.  Saya cuma bisa prihatin dan kasihan saja melihat pemandangan seperti itu di kereta terakhir malam ini.

Kwetiau Goreng Jawa Pak Minto Gondangdia

Bakmi jawa yang satu ini berlokasi di stasiun Gondangdia, Bakmi Jawa Pak H Minto namanya atau biasa disebut juga Bakmi Jawa Cut Mutiah, sesuai dengan nama yang tertera pada daftar menunya. Katanya sudah ada sejak tahun 1964, cukup lama juga dan masih bisa bertahan sampai hari ini. Lokasinya berada di bawah stasiun Gondangdia tepatnya di arah selatan ujung stasiun persis di seberang Mesjid Cut Meutia. Berjualannya hanya malam saja, kalau siang tempat ini tutup. Biasanya menjelang sore dan maghrib tempat ini sudah mulai melayani dan dipenuhi pelanggan.



Bakmi Jawa Pak Minto Gondangdia

Kebetulan lagi pas dapat jadwal shift malam, akhirnya bisa mampir kesini. Biasanya cuma lewatin aja, karena gak sempat mampir, lagi buru-buru ngejar kereta pulang. Penasaran juga sama bakmi jawa ini, karena setiap lewat sini selalu ramai, akhirnya mampir makan juga kesini. Saya pesan kwetiau goreng ayam dan segelas teh tawar hangat. Tidak menunggu terlalu lama akhirnya pesanan kwetiau goreng ayam saya sudah jadi. Disajikan dengan sederhana dan menggugah selera.

Kwetiau goreng ayam gondangdia

Ada rasa yang agak berbeda dari kwetiau goreng ayam disini, mungkin karena sebenarnya tempat ini adalah warung bakmi jawa, bumbu yang digunakan sedikit berbeda dari kwetiau goreng yang lain. Berbeda dengan kwetiau goreng Chinese food yang biasa saya nikmati, kalau ini namanya kwetiau goreng jawa. Ada tekstur rasa yang tidak saya dapati di tempat lain, mungkin inilah yang menjadi citarasa khas menu makanan di tempat makan ini. Selain daging ayam, ada campuran lain seperti bakwan atau gorengan yang di potong kecil-kecil. Rasanya agak garing dan gurih. Irisan tomat yang besar khas bakmi jawa membuat kwetiau goreng ini berbeda dengan kwetiau goreng yang saya pernah rasakan di tempat lain, terasa lebih segar. Harganya cukup standar, Rp11.000 sudah bisa mendapatkan seporsi kwetiau goreng jawa.

Kwetiau goreng jawa

Selain kwetiau goreng sebenarnya tempat ini lebih dikenal dengan bakmi jawa dan gulai tongsengnya. Tapi hari ini saya tidak memesannya, mungkin lain kali akan saya coba.


Kerja Shift

Akhirnya kerja shift lagi. Udah lama juga gak kerja shift, terakhir kerja shift waktu itu masih di LippoBank Karawaci, sekitar 10 tahun yang lalu :)
Kebetulan hari pertama masuk shift hari ini adalah masuk siang, mulai jam 1 siang sampai jam 10 malam. Agak beda kalau disini, shift disini tidak 24 jam, tapi hanya mulai dari jam 7 pagi sampai 11 malam saja. Kalau dulu waktu masih di Lippo, kerja shift nya untuk 24 jam, dan dibagi menjadi 3 shift. Shift 1 mulai jam 7 sampai jam 4 sore, shift 2 mulai jam 1 sampai jam 12 malam, shift 3 mulai jam 10 malam sampai jam 8 pagi.

Kalau kerja shift begini, saya paling suka masuk shift siang. Biar ke kantornya agak nyantai, dan kalau pulang jalanan juga udah sepi, jadi berangkat gak terlalu macet, pulang juga gak kena macet. Cuma gak enaknya di tempat yang sekarang ini kalau masuk shift siang, pulang malamnya gak diantar sampai rumah. Jadi harus pulang sendiri. Beda dengan di Lippo, kalau pulang malam shift 2 diantar pulang sampai rumah, terus yang masuk shift 3 dijemput kerumah sama driver kantor. Enak banget, makanya dulu paling betah shift siang, hemat waktu, ongkos, dan tenaga.

Kalau dari sisi kerjaan juga agak nyantai. Karena biasanya kerjaan paling banyak pas office hour alias pagi. Kalau sudah siang biasanya pekerjaan yang dari pagi sudah mulai berkurang, jadinya bisa lebih nyantai di kantor. Yang bikin susahnya shift siang cuma cari makannya aja. Kalau udah malam malah jarang yang jualan disini. Makanya kalo pas jadwalnya kena shift siang, biasanya pada bawa bekal dari rumah.

D'Cost Belum Halal

D'Cost sekarang sudah resmi mendapatkan sertifikasi halal dari MUI untuk info lebih lanjutnya bisa dilihat di post ini D'Cost Sudah Halal

Baca-baca email dari milis Halal Baik Enak, ada satu thread yang cukup menarik perhatian saya. Ternyata salah satu restoran seafood yang cukup terkenal karena slogan mutunya yang bintang lima dan harganya yang kaki lima belum bersertifikasi halal. Masalahnya bukan pada belum bersertifikasi halal, melainkan klaim halal dari restoran ini yang setelah di teliti ternyata masih menggunakan bahan tambahan pada masakannya yang jelas-jelas tidak halal dan dilarang didalam ajaran Islam seperti arak masak.

D'Cost Seafood

Galau gamang ya itulah yang saya rasakan, karena sebelum adanya informasi ini, restoran ini adalah salah satu restoran favorit saya. Pertama kali saya makan di tempat ini ketika masih kuliah, saat itu dalam rangka acara buka bersama dengan teman-teman kampus. Lokasinya waktu itu di D'Cost Kemang Jakarta Selatan. Bahkan acara perpisahan saya ketika resign dari CIMBNiaga, saya mengajak rekan-rekan kerja saya makan di D'Cost Bintaro. Dan bahkan, pada acara perpisahan dengan teman kerja saya yang resign, sudah menjadi tradisi untuk membuat acara makan-makan siang di D'Cost Mall Ambassador. Kesan pertama saya makan disini adalah pelayanannya yang canggih, masing-masing pelayan dilengkapi gadget untuk menulis pesanan pelanggan sehingga waktu pelayanannya bisa lebih cepat dan efisien. Tempatnya juga nyaman, meskipun harga menu makanannya murah tapi tidak terkesan murahan.

Belum halalnya restoran ini diketahui setelah salah satu rekan milis Halal Baik Enak melakukan audit personal ke dapur D'Cost ketika dia dan keluarganya akan makan siang di restoran ini. Dari audit personal itulah diketahui bahwa salah satu bahan campuran untuk membuat masakan di restoran ini masih menggunakan arak masak. Awalnya rekan milis ini tertarik makan disini karena klaim halal dan ramainya restoran ini. Setelah melakukan perbincangan dengan pegawai serta yang berwenang di restoran ini dan melakukan inspeksi kedalam dapurnya, terlihatlah botol-botol arak masak yang akan digunakan sebagai pelengkap masakan.

Hasil temuan ini bahkan dimuat disalah satu edisi majalah Aulia No.10 tahun IX jumadil ula 1433-jumadil tsani 1433/ april 2012. Semenjak saya tahu informasi ini, sampai saat ini saya tidak pernah makan disini lagi. Begitu juga dengan teman-teman saya, akhirnya tidak pernah lagi mengadakan acara apapun di restoran ini.

Rumah Bersalin Al Muzzammil

Rumah bersalin Al Muzzammil

Rumah bersalin Al Muzzammil Jati Asih adalah tempat persalinan yang kami pilih untuk kelahiran anak kedua kami. Selain karena faktor lokasinya yang dekat dengan rumah, faktor biaya juga menjadi alasan untuk memilih melahirkan di tempat ini. Rumah bersalin yang berlokasi di jalan Wibawa Mukti Jati Asih ini tampak sederhana dari luar. Tidak terlalu besar tempatnya dan tidak terlalu ramai, cukup tenang dan sepi. Kalau dari pintu tol Jati Asih, langsung ambil arah yang ke Villa Nusa Indah,  selanjutnya ambil arah ke kanan setelah di pertigaan. Lokasinya ada di sebelah kanan jalan, kira-kira 300 meter dari pertigaan, sebelum pom bensin Wibawa Mukti atau plang Pondok Pesantren Sirojul Munir. Bangunannya terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan sebagai apotik dan klinik serta tempat untuk proses kelahiran dan kamar menginap pasca melahirkan.

Rumah bersalin Al Muzzammil

Rumah bersalin Al Muzzammil
Untuk kelas kamarnya sendiri terdiri dari dua kelas, kelas pertama merupakan kamar dengan tempat tidur tunggal dan tempat tidur ekstra untuk penunggu pasien. Sedangkan kamar kelas kedua merupakan kamar yang besar berisi empat tempat tidur pasien.  Kesan pertama ketika tiba di rumah bersalin ini adalah sederhana dan bersahaja.

Rumah bersalin Al Muzzammil

Rumah bersalin Al Muzzammil

 Begitu masuk kita langsung disambut dengan lobby yang berfungsi sebagai tempat administrasi. Ruang praktek dokter dan kamar tindakan ada disebelah kanan, sedangkan kamar pasien, apotik dan ruang tunggu ada disebelah kiri. Untuk lantai atasnya terakhir kami kesini masih belum difungsikan, rencananya lantai atas akan digunakan sepenuhnya untuk kamar pasien menginap saja. Sedangkan lantai bawah untuk ruang praktek dokter dan apotik.

Rumah bersalin Al Muzzammil

Rumah bersalin Al Muzzammil

Dirumah bersalin ini juga melayani konsultasi kandungan dan KB. Ada dokter kandungan dan dilengkapi dengan alat USG. Untuk proses persalinannya sendiri kita bisa memilih apakah dibantu oleh bidan saja atau oleh dokter kandungan.  Tetapi rumah bersalin ini tidak melayani proses kelahiran dengan bedah Caesar, jadi hanya persalinan normal saja.

Untuk biaya kelahiran di rumah bersalin ini sudah berupa paket, tapi sayangnya rumah bersalin ini belum bekerja sama dengan provider asuransi kesehatan. Belum menerima transaksi dengan kartu debet atau kredit, jadi harus membayar cash. Berikut paket untuk proses kelahiran di rumah bersalin Muzzzammil :

Paket kamar kelas 1 :
·         Jika dengan bidan Rp 990.000
·         Jika dengan dokter Rp 2.250.000

Paket kamar kelas 2 :
·         Jika dengan bidan Rp 800.000
·         Jika dengan dokter Rp 1.950.000

Saya dan istri cukup puas dengan layanan yang diberikan rumah bersalin ini. Selain perawatnya yang ramah, mungkin juga karena rumah bersalin yang tidak terlalu besar dan ramai jadinya tidak ada sekat antara pasien dengan tenaga medis di rumah besalin ini, jadi rasanya seperti keluarga sendiri. Perawat dan tenaga medis di rumah bersalin ini sangat ramah dan terasa sekali kekeluargaannya, beda sekali dengan di rumah sakit besar seperti tempat anak pertama kami dilahirkan.