Join The Community

Search

Status Kehalalan Cuka


Dr. Ir. Anton Apriyantono
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB
Dirilis 20 Nopember 2011

cuka


Tidaklah lengkap jika makan empek-empek tidak disertai dengan cuka, demikian juga makan bakso tanpa tambahan cuka. Cuka adalah salah satu jenis pelengkap dalam pembuatan masakan dan makanan yang penggunaannya sangat luas, baik sebagai teman makanan diatas maupun sebagai bumbu pelengkap untuk jenis masakan dan makanan lainnya.

Mungkin sebagian dari kita tidak menyangka bahwa sebetulnya cuka sudah dikenal pada zaman Rasulullah saw yang dibuktikan dengan adanya hadis yang menyebutkan masalah cuka seperti hadis berikut: Dari Jabir Ibnu Abdullah ra katanya: "Pada suatu ketika aku sedang duduk di rumahku, tiba-tiba lewat Rasulullah saw, beliau memberi syarat kepadaku lalu aku berdiri menemui beliau. Beliau memegang tanganku (mengajakku pergi bersama beliau). Kami berjalan hingga sampai ke rumah salah seorang istri beliau. Beliau masuk dan menyilakanku pula masuk, karena itu aku masuk sampai ke ruangan dalam. Beliau bertanya kepada istrinya, "Adakah kamu sedia makanan?" Jawab mereka, "Ada!", maka dibawanya tiga buah roti lalu dihidangkannya ke hadapan Rasulullah saw. Beliau ambil sebuah lalu dipegangnya, kemudian diambilnya sebuah lagi lalu diletakkannya ke tanganku. Sesudah itu dipatahkan yang ketiga, separuhnya diambil oleh beliau dan separuhnya lagi diletakkannya ke tanganku. Kemudian beliau bertanya, "Tidak ada sambal?" Jawab mereka, "Tidak ada apa-apa selain cuka." Kata beliau, "Bawalah kemari! Sambal cuka juga enak!" (Hadis riwayat Muslim didalam buku Terjemahan Hadis Shahih Muslim terbitan Klang Book Centre).

Yang menarik perhatian adalah, bagaimana cuka pada zaman Rasulullah dibuat? Pembuatan cuka pada zaman Rasulllah saw diperkirakan melibatkan proses fermentasi (suatu proses pengubahan suatu zat menjadi zat lain dengan melibatkan jasad renik atau mikroorganisme) dengan menggunakan starter (satu jenis atau satu kumpulan mikroorganisme) yang dibuat dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ada di lingkungan sekitar. Bahan utama pembuatan cuka adalah bahan kaya gula, sedangkan fermentasi yang berlangsung adalah fermentasi alkohol (fermentasi yang hasil utamanya alkohol) dan fermentasi asetat (fermentasi yang hasil utamanya asam asetat, jenis senyawa asam yang paling banyak terdapat pada cuka) secara sinambung (kontinyu), maksudnya fermentasi alkohol dulu lalu dilanjutkan dengan fermentasi asetat secara bersambung.

Pada saat ini cuka atau disebut juga vinegar dibuat dari bahan kaya gula seperti buah anggur, apel, nira kelapa, malt, gula sendiri seperti sukrosa dan glukosa; dimana pembuatannya melibatkan proses fermentasi alkohol dan fermentasi asetat secara sinambung. Secara kimiawi perubahan utama yang terjadi adalah mula-mula gula diubah menjadi alkohol (etanol) kemudian alkohol ini diubah menjadi asam asetat, dan hal ini berlangsung secara sinambung (kontinyu). Jika cuka dibuat dari bahan-bahan yang disebutkan tersebut maka hasilnya biasanya disebut cuka atau vinegar saja. Sebagai tambahan, malt vinegar adalah vinegar yang dibuat dari jus barley (sejenis biji-bijian).

Vinegar juga bisa dibuat dari minuman beralkohol (minuman keras) seperti cider dan wine dimana cider dan wine tersebut diubah menjadi vinegar secara fermentasi dengan menggunakan starter bakteri asetat (bakteri asetat adalah salah satu jenis mikroorganisme yang mampu mengubah alkohol menjadi asam asetat) dimana perubahan utama yang terjadi adalah pengubahan alkohol (etanol) menjadi asam asetat. Jika vinegar dibuat dari wine maka hasilnya adalah wine vinegar. Jika vinegar dibuat dari cider maka hasilnya disebut cider vinegar. Di pasaran, cider vinegar ini kadang disebut apple vinegar, padahal seharusnya dinamakan apple cider vinegar atau cider vinegar. Jenis jenis wine vinegar yaitu rice vinegar yang dibuat dari rice wine (wine yang dibuat dari beras); dan sherry vinegar yang dibuat dari sherry wine.

wine vinegar

Wine vinegar biasanya digunakan dalam pembuatan saus-sausan seperti saus tomat. Oleh karena itu, pada waktu membeli saus perhatian daftar ingrediennya, jika ada salah satu jenis wine vinegar maka jangan dibeli karena wine vinegar bisa masuk kedalam kategori tidak halal seperti akan dibahas dibawah ini.

distilled vinegar

Ada satu jenis vinegar lagi yang disebut dengan distilled vinegar, vinegar ini dibuat dengan cara fermentasi asetat menggunakan bahan dasar larutan encer "distilled alcohol" (etanol).
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa jika suatu bahan pangan mengandung etanol maka bahan pangan tersebut menjadi haram. Pendapat ini lemah dan telah dibahas pada tulisan sebelumnya mengenai status kehalalan alkohol. Disamping itu, jika pendapat itu benar maka semua jenis cuka akan masuk kedalam kategori haram mengingat dalam pembuatannya melibatkan pembentukan alkohol sehingga akan ada alkohol yang terisa setelah menjadi cuka, walaupun yang tersisa tentu hanya sedikit (dibawah 1%). Yang lebih melemahkan pendapat tersebut adalah kenyataan bahwa Rasulullah makan cuka sehingga tidak mungkin cuka itu haram. Masalahnya, cuka yang jenis mana yang halal dan mana yang haram, itulah yang perlu kita kaji seperti akan dibahas dibawah ini.

Jika cuka dibuat dari bahan-bahan halal seperti nira kelapa, gula, malt, maka insya Allah tidak bermasalah karena tidak ada yang mengkhawatirkan dalam proses pembuatan cuka, disamping cuka juga dikonsumsi oleh Rasulullah saw. Akan tetapi, jika cuka dibuat dari khamar (minuman keras) seperti wine dan cider yaitu wine vinegar, rice vinegar, cider vinegar dan sherry vinegar, maka tidak boleh digunakan oleh umat Islam.

Hal ini didasarkan atas hadis berikut: Abu Daud telah meriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Abu Thalhah telah bertanya kepada Nabi saw. tentang anak-anak yatim yang menerima warisan khamr. Maka bersabdalah Nabi saw., "Tumpahkanlah dia." Abu Thalhah berkata, "Apakah tidak saya buat cuka saja?" Jawab beliau, "Tidak." (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid jilid 2, hal 348, terjemahan, diterbitkan oleh Asy-Syifa' Semarang).

Akan tetapi, menurut Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid, fuqaha telah sependapat bahwa apabila khamr berubah menjadi cuka dengan sendirinya, maka boleh dimakan. Fuqaha berselisih pendapat dalam hal khamar yang sengaja diubah menjadi cuka, dan disini terdapat tiga pendapat, yaitu pendapat yang mengharamkannya, pendapat yang memakruhkannya dan pendapat yang memubahkannya. Menurut penulis, disamping makna hadis diatas sudah jelas, juga harus dipertimbangkan hadis-hadis lain yang berkenaan dengan pemanfaatan khamr yang tidak boleh dimanfaatkan menjadi apapun, kecuali dibuang. Disamping itu, untuk mengubah minuman keras menjadi cuka, tetap saja tidak bisa dengan sendirinya, tanpa ada bantuan tangan manusia, yaitu khamar tersebut harus dikeluarkan dari wadahnya, dibiarkan dalam wadah terbuka dan dibiarkan pada suhu ruang, barulah khamar tadi bisa berubah menjadi cuka. Hal ini karena fermentasi asetat yang akan mengubah alkohol dalam minuman keras menjadi asam asetat adalah fermentasi aerobik (membutuhkan oksigen). Jika minuman keras tersebut tetap didalam botol yang tertutup saja maka kecil kemungkinannya akan berubah menjadi cuka. Dengan demikian, yang disebut berubah secara alami itu patut dipertanyakan definisinya. Oleh karena itu cenderung sependapat dengan para ulama yang tidak memperkenankan pemanfaatan khamar untuk dibuat cuka.

Salah satu jenis minuman yang perlu diwaspadai adalah minuman cider seperti apple cider. Minuman cider masuk kedalam kedalam kelompok minuman beralkohol dengan kadar alkohol dapat mencapai 5.86%, dengan demikian minuman ini tidak boleh diminum oleh umat Islam. Di pasaran jenis minuman ini seringkali tidak dikenali dengan baik oleh konsumen karena seringkali dinamakan dengan minuman vinegar. Padahal, yang disebut apple vinegar (cuka apel) adalah vinegar dengan kadar asam asetat yang tinggi sehingga tidak dapat diminum, sama seperti cuka biasa yang kita kenal. Sayangnya cuka apel (apple vinegar) pun bisa dibuat dari apple cider (selain dari jus apel), sehingga jika ini yang terjadi (cuka apel dibuat dari cider apel) maka vinegar tersebut tidak dapat digunakan oleh umat Islam.

apple cider vinegar

Pada saat ini banyak sekali beredar cuka apel yang dipercaya memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Akan tetapi sayangnya, cuka apel (apple vinegar) yang ada di pasaran ini tidak jelas asal usulnya. Cuka apel insya Allah halal jika terbuat dari jus apel, tapi bisa menjadi tidak halal jika terbuat dari cider apel (apple cider). Dengan demikian, sampai ada kejelasan asal usul cuka apel ini maka sebaiknya kita menghindari cuka apel yang tidak diketahui jelas bahan pembuatnya.


Diambil dari milis halal-baik-enak@yahoogroups.com
Untuk bergabung kedalam milis ini, silahkan mengirimkan email kosong ke: halal-baik-enak-subscribe@egroups.com

Nasi Cimandiri Bandung

Masih seputar kuliner nasi bakar Cimandiri, nasi Cimandiri begitulah nama menu kuliner ini. Bentuk penyajiannya seperti nasi timbel, ada tahu tempe, bakwan jagung, dan lauknya bisa dipilih ayam atau ikan kembung. Untuk rasa menurut saya enak sekali, bakwan jagungnya terasa begitu gurih dan rasa jagungnya terasa sekali. Ayam gorengnya juga terasa enak, gurih dan garing.

Nasi Cimandiri Bandung

Seporsi nasi Cimandiri dihargai Rp13.000 belum termasuk minum. Untuk perbandingan antara rasa dengan harga, menurut saya tempat makan ini termasuk tempat makan yang enak. Gak nyesel makan disini dan bakalan dijamin balik lagi.

Nasi Cimandiri Bandung

Nasi Bakar Cimandiri

Masih seputar kuliner yg ada di Bandung, kali ini mampir ke Nasi Bakar Cimandiri untuk makan siang. Lokasinya berada di belakang gedung sate, tepatnya di jalan Banda Bandung. Sesuai namanya menu yang menjadi andalan tempat ini adalah nasi bakarnya dan nasi Cimandiri. Bedanya, jika nasi bakar maka nasinya dibungkus dengan daun pisang dan dibakar disertai lauk ayam atau ikan kembung, kalau nasi Cimandiri nasinya tidak dibakar dan penyajiannya mirip seperti nasi timbel.

Nasi Bakar Cimandiri

Untuk rasa nasi bakarnya saya rasa cukup nikmat, terasa gurih seperti nasi uduk dengan aroma bakar daun pisang. Di dalam nasinya ada ikan asinnya yang menambah citarasa asin dan gurih pada nasi bakar Cimandiri. Ayam bakar sebagai lauknya terasa enak sekali, daging ayamnya terasa manis dan empuk. Rasanya mirip dengan ayam bakar Ghantari Blok M. Begitu juga dengan sambalnya, rasa pedasnya tidak terlalu pedas dan enak sekali.

Nasi Bakar Cimandiri

Seporsi nasi bakar Cimandiri dihargai sebesar Rp13.000 belum termasuk dengan minum. Pelayanannya cukup cepat, tidak perlu menunggu terlalu lama utk dpt menikmati nasi bakar ini. Tapi yang disayangkan adalah ukuran ayamnya, terlalu kecil menurut saya seperti para pelayan di tempat ini. Pelayannya yang terlihat masih kecil-kecil terkadang menimbulkan miss-komunikasi ketika memesan makanan.

Batagor Bandung H.Isan

Batagor Bandung sudah menjadi kuliner wajib sebagai oleh-oleh khas dari Bandung. Belum lengkap rasanya pulang kerumah tanpa membawa batagor satu besek. Ada satu penjual batagor yang menjadi langganan saya setiap berkunjung ke Bandung, batagor Bandung H.Isan namanya.

Batagor Bandung

Kali ini saya beli batagornya tidak ditempat saya biasa beli dulu. Ada salah satu cabangnya yang lokasinya di pinggir jalan besar, tidak seperti tempat yang biasa saya beli dimana lokasinya masuk kedalam gang kecil. Tempatnya sekarang lebih nyaman, selain tempat parkir yang gampang, tempat makannya pun tidak sumpek seperti tempat yang dulu. Begitu lega dan lapang, begitu kita datang, bertumpuk-tumpuk batagor sudah siap menanti untuk dipesan dan digoreng.

Batagor Bandung

Batagor Bandung

Batagor Bandung

Pertama kali kenal dengan kuliner batagor khas Bandung ya batagor H.Isan ini. Semenjak itu saya selalu membeli satu besek besar batagor ini sebagai oleh-oleh. Lain dulu lain sekarang, seingat saya dulu kalau beli sebesek besar batagor yang berisi 50 batagor, harganya sekitar Rp50.000,- jadi sekitar Rp1000 per batagor, sekarang harganya sudah berubah menjadi Rp2000,- per batagor. Ya maklumlah sudah sekian tahun belinya, jadi cukup lama juga harganya terkena pengaruh inflasi.

Batagor Bandung

Batagor Bandung

Batagor Bandung


Kupat Kari Bandung

Pagi-pagi abang tukang kupat kari sudah lewat menjajakan jualannya di depan wisma. Tidak seperti di Jakarta, kalo disana ada kupat sayur, kalo di Bandung ada kupat kari, seperti kupat sayur tapi sayur utk campuran ketupatnya diganti dengan sayur kari daging.

Kupat Kari Bandung

Pertama kali coba kuliner kupat kari Bandung ini mengingatkan dengan kuliner Gultik yang ada di Blok M. Bedanya kalo gultik dimakan dengan nasi, kalo kupat kari ya dengan ketupat. Kuahnya berwarna kekuningan dan dibuat dari santan, terasa agak manis dengan campuran daging dan tetelan. Kupat kari disajikan bersama  kerupuk putih/kerupuk kampung dan kerupuk kuning seperti pada asinan betawi. Tapi kerupuk kuningnya tidak berbentuk bundar melainkan seperti mie, panjang-panjang renyah dan garing.

Kupat Kari Bandung

Harga seporsinya Rp8000, cukup murah dan mengenyangkan serta sangat cocok sekali dijadikan sebagai sarapan.

Beautiful Temanggung

This photos was taken during my mudik trip to Temanggung, a city in central part Java. Only takes 2 hours on road from Semarang, capital city of central Java province. I took Sumowono road from Semarang to Temanggung.

Temanggung

This is a view from my uncle's house. Located near Sumbing mountain, we can see it clearly the Sumbing Mountain on the background. The distant from house to Sumbing mountain approx 10 km.

Gunung Sumbing

This is Sumbing Mountain, we can see it clearly in the morning. I took this photo from tobacco field, it's really beautiful sight. And picture below is showing Sumbing mountain on the left side (biggest mountain) and Sindoro mountain on the right side (small mountain).

Gunung Sumbing dan Sindoro

Gunung Sumbing