Koin Dinar


Salah satu bentuk instrumen investasi yang dapat kita pilih selain logam mulia adalah Dinar dan Dirham. Koin dinar terbuat dari emas sedangkan koin dirham terbuat dari perak. Dinar sudah sejak lama digunakan sebagai alat tukar. Dinar juga digunakan sebagai patokan nisab untuk perhitungan zakat oleh umat islam





Banyak alasan yang digunakan orang untuk memilih dinar sebagai instrumen investasi. Salah satu alasannya yaitu karena dinar terbuat dari emas dan kita tahu bahwa emas adalah uang sejati. Nilai emas dari masa ke masa cenderung bertahan dari gerusan inflasi. Salah satu bukti ketahanan nilai emas yang populer yaitu bahwa nilai 1-2 dinar adalah sama dengan seekor kambing di jaman Rasulullah SAW. Hingga kinipun harga seekor kambing di masa sekarang nilainya juga sama dengan 1-2 dinar.

Di Indonesia pun kini banyak dijual koin dinar. Ada beberapa lembaga di Indonesia yang mengeluarkan dinar dan menggunakannya sebagai alat transaksi dalam perdagangan. Salah satu koin dinar yang populer adalah koin dinar buatan Antam.





Keunggulan berinvestasi dengan dinar dibanding dengan logam mulia salah satunya terletak pada liquiditas dari koin dinar tersebut. Dinar lebih liquid dibandingkan dengan logam mulia dan harga jual kembalinya selalu lebih tinggi dari harga beli, berbeda dengan logam mulia (emas batangan) dimana harga jualnya selalu lebih rendah dari harga beli. Dinar sudah berbentuk koin dengan pecahan yang fixed berbeda dengan logam mulia yang tersedia dalam berbagai bentuk ukuran gram.