Join The Community

Search

Jamu Majun Khas Semarang

Pagi hari terasa sangat segar sekali setelah berisitrahat dari perjalanan jauh ke Semarang. Di pagi itu ada seorang ibu membawa gendongan lewat depan rumah, ternyata ibu itu adalah seorang penjual Jamu Majun. Dengan membawa gendongan besar seperti jamu gendong hanya saja gendongannya tidak berisi botol-botol jamu melainkan sebuat kendi besar yang berisi jamu Majun panas. Kendi inilah yang dinamakan Majun sehingga dari sinilah disebut dengan nama Jamu Majun.

Jamu Majun

Beli semangkuk Majun cukup Rp2000 saja, bentuknya seperti bubur bayi, berwarna krem kecoklatan dengan uap panas yang masih mengepul. Kata ibu penjualnya, jamu ini dibuat dari tepung ketan. Untuk penyajiannya biasanya ditaburi dengan sedikit tepung berwarna putih yang dibuat dari campuran serbuk jahe dan lada. Teksturnya agak kental dan lengket, terasa hangat jahe dan lada di lidah bercampur dengan rasa manis dan rempah, nikmat sekali….cocok sekali sebagai penghangat badan di pagi hari. Kata kakak jamu ini biasa dikonsumsi di pagi hari agar tidak kedinginan dan bisa menyembuhkan masuk angin. Kalau sudah dingin rasanya tidak enak, jadi sepeti bubur ketan biasa.

Jamu Majun

Jamu Majun

First Time Mudik

Alhamdulillah di tahun ini diberikan kesempatan untuk pulang mudik bersama seluruh keluarga ke Semarang dan Temanggung. Kurang lebih 5 tahun lamanya semenjak terakhir kali pulang mudik. Mudik kali ini ada yang berbeda yaitu dengan kehadiran Shazia dan Faqih ikut pulang mudik bersama orang tua, nenek, om dan tantenya. Rencana awalnya mau mudik dengan pesawat agar tidak terlalu lama di perjalanan karena kasihan dengan Faqih yang baru berusia 5 bulan. Tapi karena waktu yang terlalu mepet dan kondisi neneknya yang harus menggunakan kursi roda dan crawler akhirnya rencana itu urung dilaksanakan. Pilihan untuk mudik selanjutnya adalah dengan kereta, tapi ternyata sama saja dengan pesawat. Pilihan berikutnya adalah dengan menggunakan jasa tour travel, namun setelah di diskusikan dengan keluarga ternyata menyarankan untuk menyewa mobil saja untuk mudik. Karena selain biaya yang lebih murah daripada menggunakan tour travel (8 orang dengan asumsi biaya per orang Rp400.000) kalau menggunakan mobil sewaan, kita bisa jalan-jalan untuk bersilaturahmi di kampung.

mudik bayi

Akhirnya diputuskan untuk mudik keluarga tahun menggunakan mobil sewaan. Neneknya yang di Tangerang kebetulan ada teman yang bisa menyewakan mobil murah, karena biasanya kalau pas musim mudik menjelang lebaran ini harga sewa menjadi mahal dan ketersediaan mobil sewaan menjadi langka. Selanjutnya siapa yang mau jadi supirnya? Karena papanya Shazia & Faqih masih belum lancar nyetir mobil. Akhirnya kakak yang akan menjadi sopirnya, terbang naik pesawat dulu dari Semarang ke Jakarta kemudian membawa pulang mudik sekeluarga kembali ke Semarang. Begitu di Semarang nanti ada rekan kakak yang mau menyetir mobilnya jalan-jalan disana.

bayi mudik

Ternyata agak sedikit repot juga kalau mudik membawa anak bayi dan batita. Tapi Alhamdulillah selama perjalanan semuanya bisa teratasi. Agar lebih nyaman selama di perjalanan, Faqih menggunakan baby carseat yang kebetulan dipinjam dari teman papanya J Jam 7 pagi kakak tiba di bandara Soeta dan jam 10 akhirnya tiba dirumah dengan mobil sewaan yang sebelumnya sudah dikendarai oleh adik sepupu untuk menjemputnya di bandara. Jam 10 pagi kita semua berangkat mudik ke Semarang. Karena sudah memasuki hari kedua lebaran kemacetan di dalam tol JORR tidak terelakan. Sepanjang jalan dari pintu masuk tol JORR dekat rumah sampai exit tol Cikampek terjadi kepadatan lalu lintas. Keluar tol Cikampek dan Jomin lalu lintas mulai lancar. Begitu juga masuk tol Kanci. Akhirnya setelah 12 jam tiba juga di Semarang.

D'Cost Sudah Halal

Alhamdulillah…kabar yang menggembirakan bagi saya karena kini D’Cost sudah mendapatkan sertifikasi halal dari LPOM MUI. Melalui thread di milis Halal Baik Enak saya mengetahui informasi ini. Salah satu rekan milis mengirimkan screenshot penyerahan sertifikasi halal dari MUI kepada pihak manajemen D’Cost.

Sebelumnya saya juga mendapatkan komentar melalui blog dari salah seorang public relation D’Cost yang menyatakan bahwa D’Cost sedang melakukan proses sertifikasi halal untuk semua menu makanan di seluruh gerai restorannya. Dan akhirnya proses sertifikasi halal pun diraih oleh D’Cost.

d'cost

Saya berterima kasih sekali atas inisiatif dari manajemen D’Cost yang segera melakukan sertifikasi halal. Kini umat muslim tidak perlu lagi khawatir untuk makan disini. Semoga dengan diberikannya sertifikasi halal oleh MUI kepada D’Cost memberikan berkah tersendiri bagi seluruh karyawan dan manajemen D’Cost. Dan sekarang waktunya bagi saya untuk mengajak keluarga dan rekan saya kembali untuk bersantap bersama di D’Cost setelah hampir lebih dari 2 tahun tidak makan disini J

Terima kasih D’Cost…