Join The Community

Search

Faqih Rasya Athaya

Faqih Rasya Athaya

Alhamdulillah, akhirnya setelah selama 9 bulan lebih istri mengandung anak kami yang kedua, pada tanggal 18 Maret 2012 pukul 23:30 anak kami yang kedua telah lahir dengan selamat. Melalui proses persalinan normal yang cukup panjang dan penuh perjuangan, akhirnya semua berjalan lancar tanpa kekurangan sesuatu apapun, istri dan anak dalam kondisi yang sehat.

Salah satu hal yang cukup berkesan pada kelahiran anak kami yaitu proses pencarian nama yang baik untuk anak laki-laki kami. Dari sebelum lahir saya sendiri sudah pusing mencari-cari nama yang baik untuk anak laki-laki kami kelak, hingga akhirnya menjelang hari ke tujuh kelahiran anak, baru saya bisa menemukannya.
Saya berikan nama anak laki-laki kami ini

Faqih Rasya Athaya

Faqih yang berarti sangat paham, memahami fiqh. Rasya merupakan gabungan dari kata Raki’ artinya yang menundukan kepala, yang sholat dan Syakir artinya bersyukur. Athaya artinya hadiah. Jadi jika digabungkan kira-kira arti namanya adalah orang yang sangat paham dan mengerti fiqh yang selalu sholat dan bersyukur atas semua hadiah, karunia yang diberikan Allah SWT. Untuk nama panggilannya kami panggil dengan nama Dimas yang artinya adik laki-laki. Nama panggilan ini pesanan dari ibu mertua yang kepengen banget punya cucu dipanggil dengan nama Dimas. Kalau dari ibu saya sendiri menginginkan nama Muhammad Ridwan atau Muhammad Yusuf. Nama Ridwan diganti dengan Rasya.

Seperti pada kelahiran anak kami yang pertama, pencarian nama adalah moment yang cukup menguras pikiran. Kalau pada anak pertama baru dapat nama setelah kelahiran karena ingin buru-buru memproses akte kelahiran dan pulang dari rumah sakit bersalin. Untuk anak yang kedua ini baru dapat nama ketika akan aqiqah.

Selain mencari arti nama yang baik, merangkai nama supaya arti dan bunyinya enak didengar juga merupakan kesulitan yang tersendiri. Kalau saya bilang ada seninya sendiri. Begitu juga dengan nama panggilannya kelak. Jangan sampai nantinya nama yang diberikan menjadi sumber ejekan, terutama pada masa anak-anak.

0 comments:

Post a Comment